Selasa, 27 Desember 2011

Impossible is Nothing

1.

2. Jangan sampai merasa tidak mungkin, sebab bisa jadi aura negatif kita menular pada anak didik kita

Impossible is Nothing

1.

2. Jangan sampai merasa tidak mungkin, sebab bisa jadi aura negatif kita menular pada anak didik kita

Jumat, 09 Desember 2011

Perubahan Sosial dalam Masyarakat

Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi  istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.

A. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya

Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi.
a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.
d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.
Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.

3. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan

Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.
Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.

4. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.
a . Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern)
1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.
2) Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.

B. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya

1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan

a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain
Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.
b . Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.
c . Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.
d . Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
e . Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification )
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
f . Heterogenitas Penduduk
Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.
g . Orientasi ke Masa Depan
Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.
i . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya
Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.

2. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan

a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis.
b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah).
c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional
Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).
d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan
Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.
e . Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest)
Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan.
f . Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)
Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.
g . Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi
masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
h. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar
Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Misalnya, memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan, namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan.
i . Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya
Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia.

C. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
2. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.
3. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.
4. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.
2. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).
3. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.
4. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota.

D. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya

Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk, pola, dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.  Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan, mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi, meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita, sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Dalam pelaksanaannya, kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Namun di sisi lain, nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan.

dari : http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perubahan_Sosial_Budaya_Dalam_Masyarakat_9.1_%28BAB_5%29

Jumat, 25 November 2011

EMIS

Beberapa hari yang lalu saya dipanggil kepala sekolah. Saya diberi surat tugas untuk mengikuti pelatihan EMIS dari UPTD Pendidikan. Saya bingung, kok cuma ada kata EMIS, tanpa penjelasan. Saya pun mencari tahu di awan.
berikut tentang EMIS. 
EMIS merupakan kependekan dari Education Management Information System, merupakan suatu sistem manajemen pendukung yang berfungsi untuk menyediakan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, perencanaan dan penyusunan anggaran pendidikan. Tanpa dukungan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu, niscaya perencanaan pendidikan menjadi tidak  efektif dan dapat mengakibatkan kesia-siaan dan pemborosan waktu, usaha dan sumber daya. http://www.pendis.kemenag.go.id/file/dokumen/PedMekanismePendataan.pdf

dari  http://dbep.aurino.com
EMIS ditujukan untuk memperkuat kapasitas dalam manajemen, perencanaan, dan penyebarluasan informasi pada seluruh tingkatan sistem pendidikan untuk seluruh area yang terkait dan pengambilan keputusan
Untuk Mencapai tujuan tsb di atas maka:
  1. Tingkakan kapasitas dalam pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, analisa, dan penyebarluasan data sehingga pembuat keputusan, administrator, dan manager dapat mendasarkan penilaiannya pada data yang tepat waktu dan dapat diandalkan;
  2. Pusatkan dan koordinasikan usaha-usaha dalam mendapatkan, mengolah dan menganalis dan menyebarluaskan informasi manajemen pendidikan;
  3. Merasionalkan aliran informasi untuk pengambilan keputusan dengan mengurangi dan menghilangkan duplikasi, dan dengan melengkapi gap informasi
  4. Hubungkan dan susun sistem informasi yang ada;
  5. Integrasikan dan sintesakan data kualitatif dan kuantitatif dalam satu sistem tunggal ; dan
  6. Perbaiki pengumpulan dan penggunaan data, dan penyebarluasan informasi untuk manajemen pendidikan, agar dapat tanggap thd kebutuhan informasi yang selalu tumbuh
Sumber Daya EMIS
  • Sumber daya EMIS adalah
    • Pengolahan (Method – Proses)
    • Manusia (Man – Brainware)
    • Material (Material – Hardware)
    • Perangkat Lunak (Mesin to buy Software)
Sumber Daya Pengolahan (sistem prosedur)

  • Prosedur Pengumpulan Data
  • Prosedur Pengolahan dan Analisis Data
  • Prosedur Konstruksi Indikator dan Peralatan untuk membantuk pengambilan Keputusan
  • Prosedur Penyebarluasan informasi yang dihasilkan oleh EMIS struktur-struktur tertentu dan ke publik. Cara Menyebarluaskan terdiri dari beberapa cara: cetakan, secara elektronik (melalui internet, CD-Rom, document on-line dsb.)
Sumber Daya Manusia dan Material

  • Ketersediaan tenaga kerja (faktor manusia) dan sumber daya, dalam jumlah dan kualitas yang cukup, merupakan faktor penting agar EMIS dapat berfungsi. Komponen ini harus menjadi prioritas dalam EMIS
Sumber Daya Perangkat Lunak

  • Sebagai alat bantu untuk mengolah data dan informasi menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan
  • Melakukan tugas-tugas repetitif (pengulangan)
  • Menyimpan, memproses, analisis data dan informasi
Prakiraan Kelemahan Utama Pelaksanaan EMIS

  • Kurang Totalnya Dukungan Manajemen Puncak/Pengambil Kebijakan
  • Kurangnya sikap/kesadaran akan pentingnya data dan informasi
  • Pendanaan yang tidak berkelanjutan
  • Lemahnya Kualitas dan Kuantitas Tenaga Kerja dalam bidang TI
  • Tidak ditaatinya prosedur dan atau tidak ada prosedur baku
Langkah Penanggulangan

  • Komitmen Top Manajemen/Pembuat Kebijakan
  • Bakukan Struktur Organisasi dan Prosedur termasuk Pendanaannya
  • Tingkatkan Kesadaran (awareness) akan pentingnya data dan informasi
  • Pelatihan Tenaga Kerja bidang Informasi termasuk dalam teknologi informasi
  • Libatkan user dalam pendefinisian EMIS
Langkah Pengembangan EMIS

  • Review Sistem Yang Ada di setiap level Administrasi
  • Interview User akan Kebutuhan data dan informasi (School Committee, District Office, Central Office)
  • Disain DBMS dan software applikasinya
  • Distribusikan DBMS ke user
  • Pelatihan dan bantu user untuk membangun dan memfungsikan EMIS shg menjadi EMIS berkelanjutan
  • Pengumpulan data, pengolahan, analisis, penyebarluasan.
  • Evaluasi dan monitor EMIS untuk pengembangan lebih lanjut.
Ingat !!!!

  • Komitmen Manajemen Puncak – Pengambil Keputusan/Kebijakan
  • Pendanaan Yang Berkelanjutan
  • Tenaga Kerja dalam Jumlah dan Kualitas yang cukup
  • Pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyebarluasan data yang berkelanjutan
  • Perangkat Keras dan Lunak yang Memadai dan Upgradable (berkelanjutan)
 yess.... saya akan mengikuti acara ini. SEMANGATTTTT!!!!!!!!!

Senin, 14 November 2011

radio ganti nama (II)


streaming di www.jogjastreamers.com
Radio BIKIMA, begitulan namanya... mengudara dari kawasan Kalasan Sleman. Saya mendengarkan Radio ini sejak masuk ke jogja, tahun 1998. Radio ini begitu favorit, lantaran minim iklan. Satu telpon satu lagu. Ekslusifitas lagu ini ternyata menjadi daya tariknya.
Waktu pun berganti, cengkok bikima yang khas ini ternyata sudah dipunyai oleh Radio Sonora. Hingga akhirnya tanpa malu-malu mengubah namanya menjadi SONORA Yogyakarta, setelah pindah ke Jl. Wachid Hasyim 256-258 (Ndalem Tejokusuman) Yogyakarta.


Pada rilisnya. Radio Sonora 97,4 FM, mengklaim diri  telah mewarnai dunia radio news di Yogyakarta sejak beberapa tahun terakhir ini. Dengan mengambil segmen menengah ke atas dalam hal segalanya, baik usia, status sosial, dan pendidikan, Radio Sonora Yogyakarta mencoba mencari yang terbaru, yang pertama, dan yang belum pernah diambil oleh radio lain, yaitu dengan mengangkat suatu berita dengan sistem laporan langsung (live report) dari tempat kejadian.
Masyarakat Yogyakarta merespon sistem ini sebagai suatu hal yang baru karena menginformasikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu juga. Apa yang diberitakan Sonora sangat beragam, mulai dari Politik, Ekonomi, Seni Budaya, Olahraga, dan sebagainya.
Bahkan informasi lalu lintas Sonora telah menjadi Trademark tersendiri, yang tidak dimiliki oleh radio lain di Yogyakarta. Semua dikemas oleh Sonora Yogyakarta dengan sistem Live Report. Sistem yang sudah dibangun ini, secara langsung maupun tidak telah membawa perubahan tentang sistem pemberitaan dari media bernama "Radio" di Yogyakarta, sehingga tak heran bila Radio Sonora menjadi patokan bagi radio-radio lain.

Sabtu, 12 November 2011

RADIO GANTI NAMA


Setelah meninggalkan kota yogyakarta sejak  tahun 2006 yang lalu, saya masih menyempatkan diri mendengarkan radio trijaya fm yogkakarta, 97.00 via internet. Beberapa waktu yang lalu muncul banner bahwa trijaya akan berganti menjadi sindo radio. akh.... kapilatalisme media. lagi lagi MNC group.
Tidak ada lagi terdengat jingle "...it's real good. It's sound great. It's Trijaya......"ataupun sapaan "....Profesional muda...", 
Seolah Sindo Radio ini adalah radio baru yang menempati frekuensi milik Trijaya FM. Yang lain lagi jingle "...it's real good. It's sound great. It's Trijaya......" berganti jadi "Saya dengar di Sindo Radio". Sapaan"..Profesional muda.." juga berubah jadi "...pendengar Sindo...". Iya, mulai Minggu 11 September 2011 Radio Trijaya ganti nama menjadi Sindo Radio.
Konon kata William Shakespeare "Apalah arti sebuah nama?". Meskipun begitu, dikalangan masyarakat kita masih ada praktek mengganti nama. Yang sederhana, seorang anak yang sering sakit-sakitan, namanya diganti karena nama yang lama dianggap "berat". Tampaknya pemilik Trijaya FM eh, Sindo Radio juga tidak sependapat dengan Shakespeare. Semula saya pikir pemilik Trijaya menganggap nama Trijaya tidak lagi membawa hoki. Atau apakah mereka menganggap bahwa para pendengarnya sudah beranjak tua dan tidak pantas lagi disapa "....Profesional muda..." ?. Atau, ada hubungannya dengan Peter Gontha, Bimantara, dan Bambang Triatmojo atau dengan Hary Tanoesoedibjo?
Tetapi menurut berita Okezone.com, perubahan ini adalah "....upaya membangun kerja sama antara media di bawah Grup MNC Media. Nantinya Sindo Radio akan bersinergi dengan Koran Seputar Indonesia, Sindo TV dan Sindonews.com. Tentu, sinergi ini diharapkan akan memperkokoh Sindo Radio sebagai sumber informasi terpercaya"kata Station Manager Sindo Radio, Eddy Koko. Jadi rupanya pemilik/manajemen MNC Group menganggap nama Trijaya kurang pas untuk bersinergi dengan anak-anak perusahaan Grup MNC lainnya.
Radio Trijaya FM sudah lama mengudara. Menurut wikipedia sejak tahun 1985, sedang menurut SWA sejak 1971. Waktu yang cukup lama untuk membuat nama Trijaya FM menjadi sangat akrab di benak para "Profesional muda" (kata yang selalu dipakai para penyiar Trijaya untuk menyapa pendengar). Mungkin saja ada banyak pendengar Trijaya alias para "Profesional muda" yang masih enggan menghapus nama Trijaya dari pikiran mereka. Saya sendiri lebih senang menyebut nama radio ini Trijaya FM dari pada Sindo.
Sepertinya pemilik Sindo menyadari perlunya upaya untuk memasyarakatkan nama baru dan menghapus nama lama. Penyiaran berulang kali ucapan selamat dari sejumlah politisi, pejabat hingga menteri itu adalah upaya mengibarkan nama Sindo Radio dan mengubur nama Trijaya FM. Jadi pada beberapa waktu yang akan datang, di Trijaya FM eh, Sindo Radio kita masih akan sering mendengar: "....Saya ...bla..bla. bla... Ketua/Kepala/Direktut/Menteri/...bla..bla. bla... mengucapkan selamat atas hadirnya Sindo Radio. Semoga Sindo ...bla..bla. bla....bla..bla. bla....bla..bla. bla..."
Apakah mereka akan berhasil? Kita lihat saja.

saya kehilangan yogyakarta first channell ala trijaya, trijaya round-up

Jumat, 11 November 2011

SD BIRRUL ikut NOS 2011

Alhamdulillah... hajatan National Olympiad in Semarang telah dilaksanakan pada hari Selasa 8 November 2011.
Acara ini berlangsung di SMP Muhammadiyah 3 Semarang.
Rombongan SD Birrul berangkat dengan membawa kontingen sebanyak 20 peserta, dalam 4 kategori lomba yaitu Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan Komputer. Satu cabang yang tidak diikuti adalah ISMUBA.
Pada babak penyisihan, salah satu (dan satu-satunya) peserta Komputer, atas nama Ammar Faizi lolos ke babak final berupa tes praktek. Sedangkan dari cabang Matematika ada 2 (dua) siswa yang lolos ke babak selanjutnya yaitu ALFIANSYAH PRATAMA AJI dan ANISYA NOVIANA HARTONO.
Setelah mengikuti babak final... hasilnya adalah.....
AMMAR FAIZI meraih juara HARAPAN II dalam kategori KOMPUTER
ANISYA NOVIANA HARTONO mendapat medali perunggu dalam kategori MATEMATIKA.
selamat..... yach

Perbaikan Rapor Mutu Pendidikan

INSPIRASI CARA MEMBENAHI KUALITAS PEMBELAJARAN 1.      Kualitas Pembelajaran A.     Metode Pembelajaran Inspirasi 1          :  Kepala...