Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2019

Pilah sampahmu!

mengapa tempat sampah bermacam-macam warnanya?
Program pemilahan sampah berlandaskan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres)  nomor 97 tahun 2017 tentang ‘Kebijakan dan Strategi Nasional Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga’.
Setelah melakukan pemilahan sampah, yang harus dilakukan setelahnya adalah sebisa mungkin membuat sampah berhenti di sumbernya. Jadi sampah itu harus berhenti, enggak cukup di buang pada tempatnya, namun harus diolah saat itu juga agar dia habis.
Ada banyak cara untuk mengolah sampah agar bermanfaat agar sampah tak berakhir menjadi limbah.  Ada banyak teknik pengolahaan sampah yang tidak memerlukan biaya banyak. Pertama, jika itu sampah organik, kita bisa jadikan sebagai pupuk kompos bagi tanaman. Sudah dibuktikan lewat penelitian bahwa pupuk kompos adalah salah satu pupuk unggul.
Kemudian untuk sampah anorganik, beberapa jenisnya sudah dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan. Sedangkan yang residunya, ampas dari sampah anorganik tersebut kita bisa olah dengan alat pirolisi untuk dibuah menjadi minyak serta bisa juga diubah menjadi briket, sumber bahan bakar.

Teman-teman, bagaimana kalau kita mulai membiasakan diri untuk memilah sampah sebelum dibuang? Kira-kira, kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang?
Mempercepat Proses Penguraian
Sampah itu ada dua jenis, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Untuk sampah organik, proses penguraiannya akan lebih cepat terjadi jika digabungkan dengan sampah organik lainnya.
Mengurangi Bau Busuk
Sampah organik akan mengeluarkan bau busuk saat terurai. Supaya bau busuk itu hilang, kita harus memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Setelah dipisahkan, sampah organik bisa dikubur di dalam tanah, sebagai pupuk. Dengan begitu, bau busuk dari sampah organik tidak akan tercium. Lalu, tanaman pun tubuh subur.


Meningkatkan kebersihan sampah
Penguraian pada sampah organik akan terjadi lebih cepat daripada sampah anorganik. Jika kedua sampah itu dicampurkan, sampah anorganik yang tadinya bersih akan menjadi kotor. Padahal, jika kita memilah sampah, kebersihan sampah anorganik bisa terjaga, lo. Hal itu akan memudahkan para pengepul dalam mendaur ulang sampah anorganik.
Mengurangi jumlah sampah
Dari seluruh sampah yang ada, lebih dari 55% nya adalah sampah organik. Jika kita memilah sampah dan mengolah sampah organik itu menjadi kompos, maka jumlah sampah yang ada di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) pun akan berkurang setengahnya.
Nah, Teman-teman, sekarang kamu sudah tahu, kan, kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang? Jadi, mari kita lakukan kebiasaan baik itu mulai dari sekarang. Semua demi Indonesia yang bebas sampah!
Teman-teman mungkin pernah melihat tempat sampah warna-warni di taman atau tempat umum lainnya. Tempat sampah warna-warni itu punya fungsi yang berbeda-beda, lo! Kita kenali fungsinya satu per satu, yuk!
Warna Merah
Tempat sampah berwarna merah digunakan untuk menampung sampah B3 (Barang Berbahaya dan Beracun). Sampah B3 itu contohnya sampah baterai bekas, sampah bekas tinta, sampah bekas obat nyamuk, dan sampah lain yang mengandung zat kimia berbahaya.
Warna Kuning
Kalau tempat sampah yang warna kuning digunakan untuk menampung sampah anorganik. Botol minum plastik/kaca, kaleng bekas minuman, dan sampah plastik/kantong keresek adalah contoh dari sampah anorganik.
Hijau
Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk menampung sampah organik. Sampah organik itu ada banyak, misalnya makanan sisa, makanan kadaluarsa, daun dan ranting pohon yang berserakan juga masuk ke dalam sampah organik.
Biru
Kalau tempat sampah yang berwarna biru digunakan untuk menampung sampah kertas. Sampah kertas juga banyak jenisnya, lo! Ada buku bekas, kertas bekas bungkus makanan, kardus bekas, dan masih banyak lagi. Pokoknya, semua yang terbuat dari kertas dibuang di sini.
Abu-Abu
Tempat sampah yang berwarna abu-abu biasanya digunakan untuk menampung sampah residu atau ampas. Misalnya, sampah popok bekas dan sampah permen karet.

Kamis, 08 Februari 2018

LK Bentuk Bumi

Kerjakan soal berikut ini!
  1. Apa bukti bahwa bumi itu bulat?
  2. Apa yang dimaksud dengan rotasi bumi?
  3. Apa yang diaksud dengan revolusi bumi?
  4. bagaimana terjadinya gerhana bulan?
  5. Bagaimana terjadinya gerhana matahari?

earth-blue-planet-globe-planet-41953.jpeg

Sabtu, 03 Februari 2018

LK Kenampakan Bumi



Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1.       Permukaan bumi kita tidak rata, terdiri dari …  dan ….
2.       Tiruan bentuk bumi yang berbentuk bola disebut ... .
3.       Tiruan bentuk bumi pada bidang datar disebut ….
4.       Kumpulan peta yang dibukukan disebut ….
5.       Luas daratan adalah ...     dari luas permukaan bumi
6.       Luas lautan adalah ...     dari luas permukaan bumi
7.       Bentuk bumi kita adalah …. Bulat pepat
8.       Bagian permukaan bumi yang tidak digenangi air disebut … .
9.       Daratan yang sangat luas disebut … .
10.  Dataran yang ketinggiannya antara 0-200 meter di atas permukaan laut disebut … .
11.  Dataran yang ketinggiannya antara 200-1500 meter di atas permukaan laut disebut … .
12.  Daerah permukaan yang menjulang dengan tunggi lebih dari 1500 meter disebut … .
13.  Rangkaian gunung-gunung yang berderet/sambung menyambung disebut … .
14.  Daerah permukaan yang menjulang namun lebih rendah daripada gunung disebut … .
15.  Rangkaian bukit-bukit yang berderet-deret disebut ....
16.  Tanah rendah yang berada di kaki gunung atau sepanjang sungai disebut … .
17.  Lembah yang dalam, sempit dan berdinding curam disebut … .
18.  Lembah yang dalam dan luas disebut ... .
19.  Bagian permukaan bumi yang berupa wilayah perairan yang sangat luas disebut … .
20.  Lautan yang sangat luas dan dalam disebut … .
21.  Lautan sempit di antara 2 pulau disebut ... .
22.  Lautan yang menjorok ke daratan disebut ... .
23.  Jurang yang ada di dasar laut disebut ... .
24.  Cekungan di darat yang dalam dan tergenang air disebut … .
25.  Salah satu kegunaan danau adalah ....
26.  Danau yang sengaja dibuat oleh manusia disebut ….
27.  Genangan air yang dangkal di daratan dan banyak ditumbuhi tumbuhan air disebut … .
28.  Daerah tempat aliran sungai berawal, berada di pegunungan/perbukitan disebut ... .
29.  Daerah tempat aliran sungai berakhir, berada di daerah dataran rendah/pantai disebut ... .
30.  Perbatasan antara daratan dan lautan disebut ... .
31.  Dataran rendah pada peta ditunjukkan dengan warna ....
32.  Dataran tinggi pada peta ditunjukkan dengan warna ....
33.  Laut dan samudera pada peta ditunjukkan dengan warna ....
34.  Gunung berapi pada peta ditunjukkan dengan simbol segitiga warna ....
35.  Gunung mati pada peta ditunjukkan dengan simbol segitiga warna ....

Jumat, 09 Desember 2011

Perubahan Sosial dalam Masyarakat

Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi  istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.

A. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya

Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi.
a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.
d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.
Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.

3. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan

Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.
Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.

4. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.
a . Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern)
1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.
2) Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.

B. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya

1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan

a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain
Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.
b . Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.
c . Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.
d . Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
e . Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification )
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
f . Heterogenitas Penduduk
Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.
g . Orientasi ke Masa Depan
Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.
i . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya
Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.

2. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan

a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis.
b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah).
c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional
Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).
d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan
Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.
e . Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest)
Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan.
f . Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)
Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.
g . Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi
masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
h. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar
Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Misalnya, memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan, namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan.
i . Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya
Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia.

C. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya akan mengubah adat, kebiasaan, cara pandang, bahkan ideologi suatu masyarakat. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada hal-hal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.
2. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional.
3. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia.
4. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal.
Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya.
1. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional.
2. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya).
3. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks.
4. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong-royong di dalam kehidupan masyarakat kota.

D. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya

Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk, pola, dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.  Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan, mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi, meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita, sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Dalam pelaksanaannya, kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. Namun di sisi lain, nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan.

dari : http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Perubahan_Sosial_Budaya_Dalam_Masyarakat_9.1_%28BAB_5%29

Jumat, 21 Oktober 2011

geospasial


Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi,letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu.
(UU No 4 Th 2011, Bab I, Pasal 1, Ayat 2)

Selasa, 04 Oktober 2011

halo matahari

dipotret oleh teman saya ari is affandi (ariisaffandi@yahoo.co.id)

Selasa, 04 Oktober 2011, jam 10.00 WIB



Bagaimana Fenomena Pelangi Mengelilingi Matahari ini bisa Terjadi.??
Fenomena tersebut terjadi akibat refleksi dan refraksi cahaya matahari/bulan oleh kristal-kristal es yang terdapat di awan cirrus, awan yang terletak di tingkatan atmosfer yang disebut troposfer, sekitar 5-10 km dari permukaan bumi.
Pada umumnya halo melibatkan putaran radius 22° halo dan sundogs (Parhelia). Dalam gambar diatas, menunjukan matahari di kelilingi oleh 22° halo dan dilambungi (sisi) oleh sundogs. Parhelic circle adalah biasan cahaya kristal yang melepasi sundogs dan mengelilinginya. Kadangkala ia melapisi keseluruhan ruang langit dalam latitut yang sama dengan matahari. Pembinaan tangen ketinggian dan rendah (Upper Tangent arc and Lower Tangent arc) menyentuh secara terus dengan 22° halo sama ada di atas atau dibawah matahari. Pembuatan Lengkungan (Circumzenithal arc) akan terjadi di atas kristal tersebut.
Radius 22° gerhana matahari tidak kelihatan. Ia seperti helaian yang berlapis-lapis atau habuk pada permukaan awan cirrus yang nipis. Awan ini sejuk dan mengandungi ais kristal walaupun pada iklim yang sangat panas.

Selasa, 26 April 2011

Fakta di Balik Hari Bumi


Fakta di Balik Hari Bumi
Wikimedia Commons
 
Peringatan Hari Bumi berawal di Amerika Serikat 1970 ketika kota-kota besar di hampir seluruh negara bagian Amerika Serikat sedang dilingkupi asap tebal yang menyesakkan dan air sungai banyak dicemari limbah beracun.

Sekitar 20 juta penduduk Amerika turut berpartisipasi dalam perayaan tanggal 22 April yang dipelopori oleh Senator Wisconsin saat itu, Gaylord Nelson. Nelson sudah sejak tahun 1960-an menaruh kepedulian dan berkampanye pada isu lingkungan hidup, yang dirasanya lama hilang dari agenda negara. Perayaan awal ini memusatkan perhatian pada isu lingkungan hidup yang mengusik kelestarian planet serta berimbas pada kesehatan manusia.

Ada spekulasi yang mengatakan bahwa 22 April dipilih karena merupakan hari lahir dari Vladimir Lenin, pendiri Republik Soviet. Cita-cita Lenin adalah menghapuskan hak-hak kepemilikan pribadi, berdasarkan sebuah artikel di Capitalism Magazine tahun 2004. Ujung-ujungnya Hari Bumi dihubungkan ke teori komunis.

Namun pihak Earth Day Network membantahnya dan menyebut kalau spekulasi tersebut salah kaprah. Menurut Kathleen Rogers dari Earth Day Network, 22 April 1970 ditetapkan menjadi Hari Bumi karena alasan waktu yang ideal. Musim semi jatuh di bulan April itu, hingga cocok bagi pelajar untuk mendapatkan pendidikan tentang lingkungan.

Amy Cassara di World Resources Institute Washington, yang mencoba menganalisis tren global mengenai lingkungan, mencatat bahwa sejak Hari Bumi diperingati pertama, Hari Bumi telah berevolusi, dari sebuah pokok bahasan sampingan menjadi sebuah aliran mainstream kuat yang dianggap penting oleh sebagian besar orang.

Memang sekarang orang-orang dari 180 negara berbeda di dunia merayakan peringatan ini. Sebut saja misalnya di Tarijia, Bolivia, dijadwalkan penanaman 10.000 pohon. Di Kepulauan Fiji, para penyelam akan ambil bagian dalam rangkaian acara bertajuk 'Dive for Earth Day'. Pada saat itu, ribuan orang menyelam untuk membersihkan laut dan terumbu-terumbu karang.

Bagaimana pun, menurut Cassara, isu lingkungan dewasa ini, tidak jauh mengalami perbedaan. "Utamanya masih seputar kualitas udara, air bersih, dan lubang pada lapisan ozon," urainya. (Sumber: National Geographic)

Fakta di Balik Hari Bumi


Fakta di Balik Hari Bumi
Wikimedia Commons
 
Peringatan Hari Bumi berawal di Amerika Serikat 1970 ketika kota-kota besar di hampir seluruh negara bagian Amerika Serikat sedang dilingkupi asap tebal yang menyesakkan dan air sungai banyak dicemari limbah beracun.

Sekitar 20 juta penduduk Amerika turut berpartisipasi dalam perayaan tanggal 22 April yang dipelopori oleh Senator Wisconsin saat itu, Gaylord Nelson. Nelson sudah sejak tahun 1960-an menaruh kepedulian dan berkampanye pada isu lingkungan hidup, yang dirasanya lama hilang dari agenda negara. Perayaan awal ini memusatkan perhatian pada isu lingkungan hidup yang mengusik kelestarian planet serta berimbas pada kesehatan manusia.

Ada spekulasi yang mengatakan bahwa 22 April dipilih karena merupakan hari lahir dari Vladimir Lenin, pendiri Republik Soviet. Cita-cita Lenin adalah menghapuskan hak-hak kepemilikan pribadi, berdasarkan sebuah artikel di Capitalism Magazine tahun 2004. Ujung-ujungnya Hari Bumi dihubungkan ke teori komunis.

Namun pihak Earth Day Network membantahnya dan menyebut kalau spekulasi tersebut salah kaprah. Menurut Kathleen Rogers dari Earth Day Network, 22 April 1970 ditetapkan menjadi Hari Bumi karena alasan waktu yang ideal. Musim semi jatuh di bulan April itu, hingga cocok bagi pelajar untuk mendapatkan pendidikan tentang lingkungan.

Amy Cassara di World Resources Institute Washington, yang mencoba menganalisis tren global mengenai lingkungan, mencatat bahwa sejak Hari Bumi diperingati pertama, Hari Bumi telah berevolusi, dari sebuah pokok bahasan sampingan menjadi sebuah aliran mainstream kuat yang dianggap penting oleh sebagian besar orang.

Memang sekarang orang-orang dari 180 negara berbeda di dunia merayakan peringatan ini. Sebut saja misalnya di Tarijia, Bolivia, dijadwalkan penanaman 10.000 pohon. Di Kepulauan Fiji, para penyelam akan ambil bagian dalam rangkaian acara bertajuk 'Dive for Earth Day'. Pada saat itu, ribuan orang menyelam untuk membersihkan laut dan terumbu-terumbu karang.

Bagaimana pun, menurut Cassara, isu lingkungan dewasa ini, tidak jauh mengalami perbedaan. "Utamanya masih seputar kualitas udara, air bersih, dan lubang pada lapisan ozon," urainya. (Sumber: National Geographic)

Perbaikan Rapor Mutu Pendidikan

INSPIRASI CARA MEMBENAHI KUALITAS PEMBELAJARAN 1.      Kualitas Pembelajaran A.     Metode Pembelajaran Inspirasi 1          :  Kepala...