Tampilkan postingan dengan label Bahasa Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Jawa. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2015

NATA UKARA

KD          : menulis karangan sederhana
Indikator : siswa dapat menulis kalimat sesuai dengan kaidah penulisan kalimat.

Tatanen ukara ing ngisor dadi ukara kang becik!
1.        murid – telu – Aksa – kelas – SD – Birrul Walidain  
    
2.        ing – omah – diumbar – pitike – latar
     
3.        sowan – Fitri – Wonogiri – ing – simbahe
     
4.        berobat – puskesmas – Hamid – menyang
      
5.        mangan – kakean – pedes – mules – wetenge
      
6.        mundhut – Ibu – gendhis – pasir – kilo – kalih
      
7.        sare – simbah – ana – kamar – ing – ngarep
      
8.        larang – endhog – Jawa – pitik – iku – regane
      
9.        pitik – makani – seneng – Ari – nganggo – jagung
      
10.    sepedha – digawa – rusak – bengkel – menyang – Tono
    

Kamis, 23 Oktober 2014

tembang dolanan

Ayo anak-anak, ajar nembang.
Tembang dolanan minangka sarana suka-suka lan sinau budaya luhur.

SLUKU-SLUKU BATOK
Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung motha
Mak jenthit lolo lobah
Wong mati ora obah
Nek obah medeni bocah
Nek urip goleka dhuwit.
Lirik tembang dolanan yang berjudul ‘Sluku-sluku Bathok’ tersebut apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.
‘Ayun-ayun kepala’
‘Kepalanya geleng geleng’
‘Si bapak pergi ke Solo’
‘Oleh-olehnya payung mutha’
‘Secara tiba-tiba begerak
‘Orang mati tidak bergerak’
‘Kalau bergerak menakuti orang’
‘Kalau hidup carilah uang’
Makna yang tersirat dalam tembang dolanan “Sluku-sluku bathok” yaitu nilai religius. Dalam syair tersebut bermakna manusia hendaklah membersihkan batinnya dan senantiasa berzikir mengingat Allah dengan (ela-elo) menggelengkan kapala mengucapkan lafal laa illa ha illallah disaat susah maupun senang, di kala menerima musibah maupun kenikmatan, hidup mati manusia ditangan Allah, maka dari itu selagi masih hidup berbuat baiklah terhadap sesama, dan beribadah kepada Allah SWT karena Allah Maha segala-galanya, apabila sekali berkehendak mencabut nyawa seseorang, tak seorang pun mampu menolakkan.

Ilir-Ilir
Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro, dodoiro
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomono, jlumatono
Kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo sorako, sorak iyo!!
Syair tembang dolanan Ilir-ilir tersebut apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.
‘Bangunlah, bangunlah!’
‘Tanaman sudah bersemi’
‘Demikian menghijau’
‘Bagaikan pengantin baru’
‘Anak gembala, anak gembala’
‘Panjatlah (pohon) belimbing itu’!
‘Biar licin dan susah tetaplah kau panjat’
untuk membasuh pakaianmu’
‘Pakaianmu, pakaianmu’
terkoyak-koyak dibagian samping’
‘Jahitlah, Benahilah!’
untuk menghadap nanti sore’
‘Mumpung bulan bersinar terang’
‘Mumpung banyak waktu luang’
‘Bersoraklah dengan sorakan Iya!!’
Dalam syair tembang dolanan yang berjudul Ilir-ilir mengandung makna religius (keagamaan). Sedangkan maksud yang terkandung dalam tembang tersebut adalah kita sebagai umat manusia diminta bangun dari keterpurukan untuk lebih mempertebal iman dan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru. Meminta Si anak gembala untuk memetikkan buah blimbing yang diibaratkan perintah salat lima waktu. Yang ditempuh dengan sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya. Meskipun ibarat pakaian kita terkoyak lubang sana sini, namun kita sebagai umat diharapkan untuk memperbaiki dan mempertebal iman dan taqwa agar kita siap memenuhi panggilan Ilahi robbi.
c.   Padhang Bulan
Yo prakanca dolanan ing njaba
Padhang mbulan padhangé kaya rina
Rembulané kang ngawé-awé
Ngélikaké aja turu soré-soré
Syair dari tembang dolanan padang bulan apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi:
‘Ayo teman-teman bermain diluar’
‘Cahaya bulan yang terang benderang’
‘Rembulan yang seakan-akan melambaikan tangan’
‘Mengingatkan kepada kita untuk tidak tidur sore-sore’
Dalam tembang dolanan padang bulan mengandung makna religius (kagamaan). Maksud dari tembang dolanan tersebut adalah kita hendaknya bersyukur kepada yang Maha Kuasa untuk menikmati keindahan alam. Untuk menunjukkan rasa syukur itu kita diharapkan tidak tidur terlalu sore karena kita bisa melaksanakan ibadah di waktu malam.
3.2 Tembang dolanan berbahasa Jawa mengandung nilai budi pekerti. Hal itu dapat dilihat dalam data dibawah ini.
a. Jaranan
Jaranan- jaranan, jarane jaran teji
Sing numpak ndoro bei
sing ngiring para mentri
Jeg-jeg nong, jreg-jreg gung
Jeg-jeg gedebuk krincing
Gedebug jedher
Gedebug krincing
Jeg-jeg gedebuk jedher
Syair tembang dolanan yang berjudul ‘Jaranan’ ersebut apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah:
berkuda, berkuda, kudanya teji (tinggi besar)
yang naik Tuan Bei yang mengiring para menteri
Jeg-jeg nong, jeg-jeg gung
Jeg-jeg gedebuk krincing
Gedebuk jedher
Gedebuk krincing
Gedebuk jedher
Jeg-jeg gedebuk jedher’
Tembang dolanan jaranan sebenarnya hanya terdiri atas empat larik, untuk larik berikutnya hanya diulang-ulang. Kalau dilihat dari syairnya terdapat beberapa makna budi pekerti yang tersirat dalam tembang tersebut, antara lain:
(1)   Kebersamaan
Dalam syair sing numpak ndara Bei sing ngiring para menteri, di sana terdapat rasa kebersamaan antara atasan dan bawahan. Kebersamaan untuk saling membutuhkan, saling membantu, orang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi membutuhkan orang yang berkedudukan lebih rendah, demikian pula sebaliknya. Kedudukan yang tinggi tersebut diibaratkan ndara Bei yang membutuhkan pengawalan dari para menterinya yang dianggap mempunyai kedudukan lebih rendah.
(2)   Menghormati yang lebih tinggi kedudukannya
Budaya Jawa telah mengajarkan bahwa seseorang yang mempunyai kedudukan yang lebih rendah harus menghormati orang yang berkedudukan lebih tinggi. Hal itu tampak pada syair sing numpak ndara Bei sing ngiring para menteri. Dalam syair tersebut ndara Bei dianggap mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari para menterinya, karena sebutan ndara Bei hanya digunakan untuk menyebutkan seseorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi dan keturunan ningrat. Apalagi ditunjang dengan tunggangannya kuda yang tinggi besar yang harus diiringi oleh para menterinya. Oleh karena itu, tugas para menteri adalah mengawal ndara Bei tersebut. Dalam hal ini, jelaslah bahwa budi pekerti yang harus ditanamkan adalah sikap menghormati yang lebih tua atau yang lebih tinggi kedudukannya.
3.3 Tembang dolanan berbahasa Jawa yang mengandung makna seperti yang terdapat pada uraian data dibawah ini.
a. MENTHOK-MENTHOK
Menthok-menthok tak kandhani
Mung solahmu angisin-isini
Bokya aja ndheprok
Ana kandhang wae
Enak-enak ngorok
Ora nyambut gawe
Methok-menthok
Mung lakumu megal-megol gawe guyu
Lirik tembang dolanan diatas apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.
‘Menthok-menthok saya nasehati’
‘Hanya perilakumu yang memalukan’
‘Jangan hanya diam dan duduk’
‘Di kandang saja’
‘Enak-enak mendengkur’
‘Tidak bekerja’
‘Menthok-menthok’
‘Hanya jalanmu meggoyangkan pantat membuat orang tertawa’
Dalam lirik tembang dolanan ‘Menthok-menthok’ mengandung makna instropeksi diri. Sebagai umat manusia tidak boleh menyombongkan diri, karena sesungguhnya semua yang ada di dunia ini diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Sebaiknya kita berusaha dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak malas, tidak suka tidur (karena orang suka tidur badannya akan lemas, otot kaku, mudah terkena penyakit, rezekinya tidak lancar dsb) , dan selalu berbuat baik terhadap sesama. Dalam syair tembang dolanan tersebut yang diibaratkan menthok, meskipun dia itu pemalas, bersifat jahat, dan suka tidur, tetapi dia masih mempunyai sifat baik dan berguna baik orang lain yaitu menghibur dan membuat orang lain tertawa.
b.   GUNDUL-GUNDUL PACUL
Gundul-gundul pacul..cul, gemelelengan
Nyunggi-nyunggi wakul...kul, gemelelengan
Wakul ngglimpang, segane dadi sakratan
Wakul ngglimpang, segane dadi sakratan
Syair tembang dolanan Gundul-gundul Pacul apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.
‘Kepala botak tanpa rambut ibarat cangkul , besar kepala (sombong, angkuh)’
‘Membawa bakul, dengan gayanya yang besar kepala (sombong, angkuh)’
‘Bakulnya jatuh, nasinya tumpah berantakan di jalan tidak bermanfaat lagi’
Dari syair tembang dolanan Gundul-gundul Pacul menggambarkan seorang anak yang gundul, nakal, bandel, angkuh, dan tidak bertanggung jawab. Dia tidak dapat membedakan hal-hal yang baik dan buruk. Dia beranggapan bahwa dirinya orang yang paling benar, paling bisa, dan paling pintar, sehingga dia bersikap gembelelengan, sombong, dan tak tahu diri. Apabila dipercaya untuk memegang amanah yang menyangkut kehidupan orang banyak, dia tetap bersikap tidak peduli. Akibat dari kesombongan dan keangkuhannya itu maka kesejahteraan dan keadilan yang semestinya berhasil akhirnya menjadi hancur berantakan. Dari syair tembang tersebut mengandung makna tidak boleh sombong, dalam hal ini terlihat bahwa orang yang sombong, angkuh, dan ceroboh akan membawa kehancuran dan kegagalan, maka dari itu jika engkau menjadi seorang pemimpin yang diberi amanah dan tanggung jawab hendaknya peganglah dan jalankan amanah itu sebaik-baiknya agar membawa kesejahteraan dan keadilan sesuai harapan rakyat yang dipimpinnya.
c.   DHONDHONG APA SALAK
Dhondhong apa salak
Dhuku cilik-cilik
Andhong apa mbecak
Mlaku dimik-dimik
Syair tembang ‘Dhondhong apa Salak’ apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah
‘Dhondhong apa salak’
‘Dhuku kecil-kecil’
‘Naik delman apa naik becak’
‘Jalan pelan-pelan’
Dalam syair tembang dolanan ini kita dihadapkan pada dua pilihan. Ibarat buah kedondong yang bagian luarnya halus tetapi bagian dalamnya kasar dan tajam, dan sebaliknya buah salak yang bagian luarnya kasar ternyata bagian dalamnya halus. Di sini kita dihadapkan pada dua karakter, Lebih baik kita berbuat yang baik secara lahir maupun batin seperti buah duku, daripada kita berbuat yang dari luar kelihatan bagus tetapi di dalamnya kasar dan tajam seperti buah kedondon. Demikian sebaliknya, lebih baik kita berbuat terlihat kasar dari luar tetapi dalamnya halus seperti buah salak. Berbuatlah sesuatu yang baik dan tidak menyakitkan, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan syair andhong apa mbecak, mlaku dimik-dimik mempunyai maksud memilih salah satu makna yang dimaksud dalam syair tersebut . Andong adalah sebuah kendaraan angkutan yang menggunakan tenaga hewan sebagai penariknya, sedangkan becak adalah kendaraan angkut yang memanfaatkan tenaga manusia sebagai pendorongnya. Dalam syair ini terdapat nilai budi pekerti kemandirian, kita tidak boleh menyusahkan orang lain atau makhluk lain, kita harus hidup mandiri, berjalan di atas kaki sendiri meskipun pelan-pelan dan tertatih-tatih.
4. Penutup
Dari analisis data yang diperoleh, tembang dolanan berbahasa Jawa mempunyai makna/nilai budi pekerti yang patut yang harus diajarkan pada generasi muda khususnya anak-anak. Beberapa nilai budi pekerti tersebut antara lain nilai religius, kebersamaan, kemandirian, tidak boleh sombong, dan instropeksi diri. Tembang dolanan berbahasa Jawa yang mengandung nilai budi pekerti religius atau keagamaan terdapat pada tembang sluku-sluku bathok, ilir-ilir, dan padhang mbulan. Tembang dolanan berbahasa Jawa jaranan mengandung nilai budi pekerti kebersamaan dan menghormati kepada yang lebih tua dan lebih tinggi kedudukannya.
Tembang dolanan berbahasa Jawa yang mengandung berbagai macam makna atau nilai budi pekerti antara lain: menthok-menthok mengandung makna budi pekerti kita tidak boleh sombong dan selalu berbuat baik terhadap sesama, gundul-gundul pacul mengandung makna kesombongan akan membawa petaka, dan dhondong apa salak mengandung nilai kemandirian bahwa manusia hidup harus hidup mandiri tidak boleh menyusahkan orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
♦ Djaka Lodang, 5 Agustus 1989, GBHN 1993. Surakarta PT Pabelan.
♦ Suwarna & Suwardi. 1996. Integrasi Pendidikan Budi Pekerti dalam
   buku Teks ‘Tataran Wulang Basa Jawa kanggo SD. Laporan
   Penelitian.Yogyakarta: Lemlit,IKIP
♦ Read more: http://setyawara.webnode.com/news/tembang-dolanan/diunduh
   pada tanggal 21 Oktober 2011
♦ Dr. Suharko Kasaran, (Ketua Komisi Nasional Budi Pekerti)
   (wawancara Buletin Siang RCTI,11 Mei 1999).
♦ Widyatmanta, Siman. (2002), Berbahasa Jawa : Untuk Pelayanan
   Gerejawi dan Masyarakat, Yogyakarta, Taman Pustaka Kristen

Senin, 22 September 2014

Latihan BAHASA JAWA kelas III semester 1



Wacanen!
LATIHAN VOLI
Saben dina Setu, bocah-bocah kelas III A ana wulangan olahraga. Olahraga iki diwiwiti jam 08.00 esuk. Lumrahe, yen olahraga mesthi bocah-bocah padha nggawa kaos ganti. Tujuane supaya olahraga isih ana wulangan liyane. Dina iku latihan voli. Voli iku olahraga sing saben sakregu ana enem wong. Sing diwulangake, ing antarane nyemes, nyervis lan ngoper.

I. Wangsulana pitakon-pitakon ing ngisor iki kanthi patitis!
1. Bocah-bocah kelas pira sing lagi latihan voli?
    ...............................................................................................................................
2. Saben dina apa bocah kelas III A ana wulangan voli?
    ............................................................................................................................. ...
3. Jam pira anggone miwit olahraga kelas III A?
    ............................................................................................................................. ...
4. Ana wong pira saben sak regu voli?
    ...............................................................................................................................
5. Sabutna apa wae sing diwulangake ana ing latihan voli?
    ............................................................................................................................. ...

II. Wenehana tanda ping (X) aksara a, b, c utawa d sing paling bener!!
6. Olahraga sing sbaen sakregu ana wong 6 yaiku…………
a. Bal-balan                 c. Badminton
b. Voli                          d. Catur
7. Wong sing sregep olahraga bakal…………..
a. Lara                         c. Sehat waras
b. Gatelen                   d. Cilik awake
8. Bapak tindak dhateng kantor.
    Yen diowahi dadi basa ngoko dadi……….
a. Bapak ing kantor                             c. Bapak menyang kantor
b. Bapak lunga menyang kantor         d. Bapak lunga kantor
9. Atine Basuki seneng banget amarga oleh hadhiah sepedha anyar.
    Tembung liyane seneng yaiku……………..
a. Gela                         c. Bungah
b. Gopo                        d. Susah
10. Ing ngisor iki kalebu tembang dolanan kajaba…………
a. Ilir-ilir                                  c. Jamuran
b. Menthog-menthog              d. Susah
11. Isma nyaponi kelase dhewe.
     Wasesane ukara iki yaiku………….
a. Isma                        c. Kelase
b. Nyaponi                   d. Dewe
12. Sawah ing kulon desaku katon ijo……………..
a. Royo-royo                c. Memplak
b. Mbranang               d. Ijo
13. Menawa ngomong karo wong sing luwih tuwa kudu migunakake basa…….
a. Krama                                 c. Sembrana
b. Ngoko                                  d. Sembarangan
14. Tembung “rata” yen ditulis Jawa benere…………………….
a.                                             c.
b.                                             d.
15. Bocah cilik iku playune rikat banget.
      Rikat tembung liyane…………………
a. Banter                                 c. Rindhik
b. Alon                                     d. Nggenah
16. Yoyok didukani pak Guru amargo mbolos sekolah.
Didukani ngokone……………
a. Disenengi                            c. Dikongkon
b. Diseneni                              d. Dikandhani
17. Tulisan Jawa iki latine……………
a. Kaya raja                             c. Raja baya
b. Kaya baya                            d. Raja kaya
18. Rudi nata meja kelas 3. Rudi minangka…………
a. Lesan                                   c. Wasesa
b. Katrangan                           d. Jejer
19. Pak Achmad nandur kacang ing sawah.
     Lesane ukara iki yaiku………..
a. Pak Achmad                        c. Kacang
b. Nandur                                d. Ing sawah
20. Tembang “menthog-menthog” diarani tembang………….
a. Dolanan                               c. Pangkur
b. Pocung                                d. Macapat
21. Anggone latihan pramuka mangkat jam pitu esuk.
     Tembung liyane mangkat yaiku…………..
a. Teka                                    c. Mulih
b. Lunga                                  d. Budhal
22. Pak Guru maca buku yen dikramakake dadi…………..
a. Pak Guru nyerat buku         c. Pak Guru mundhut buku
b. Pak Guru maos buku           d. Pak Guru nyuwun buku
23. Sinten ingkang mucal? Yen didadekake ngoko dadi…………..
a. Sapa ingkang mucal?          c. Sapa ing mucal?
b. Sinten ingkang mulang?     d. Sapa sing mulang?
24. Ani : ………………………..
    Tini : “Aku wingi lagi lara weteng An”
     Ani : “Saiki ya aa wis kepenak ta?”
    Tini : “Wis An Alhamdulillah”
    Kanggo nggenepi ukara ing dhuwur benere………………
a. Tin, lara
b. “Tin, kena apa wingi awakmu ora mlebu sekolah?”
c. “Tin, wingi lara, ya?”
d. “Tin, wingi mlebu sekolah ta?”
25. Yen ditulis latin……………………
a. Ana dara                             c. Ana rada
b. Ana kara                              d. Ana sada
26. ………….sing nukokake sepedhaku iku?
    Tembung kang trep kanggo njangkepi yaiku…………….
a. Sapa                                    c. Pira
b. Apa                                      d. Ana ngendi
27. Pak Danu Mirsani TV. Mirsani minangka………………
a. Jejer                                                c. Lesan
b. Wasesa                                d. Katrangan
28. Pak Adi mulang kelas telu.
     Yen dikramakake dadi…………..
a. Pak Adi mucal kelas telu     c. Pak Adi mucal kelas tiga
b. Pak Adi mulang kelas tiga  d. Pak Adi ngajar kelas tiga
29. Bijine Toni ora tau apik, sebab dheweke………….
a. Trampil                               c. Kesed
b. Pinter                                  d. Bodho
30. Dani bocah sing seneng jajan, mula diarani…………
a. Boros                                   c. Clemer
b. Kesed                                   d. Loma
31. Yen ditulis aksara latin….
a. Padha jaya                          c. Padha ngaya
b. Padha ngaba                       d. Padha ngapa
32. Ukara pakon ing ngisor iki yaiku……………..
a. Tulung tutupna lawang iku!            c. Ani nyapu latar
b. Apa sing kagawa?                           d. Aku mangan tahu
33. Aku wis teka nalika ibu………….
a. Teka                                    c. Dumugi
b. Kesah                                   d. Rawuh
34. Kowe lagi ngapa saiki? Kalebu jinising ukara…………….
a. Dolanan                               c. Pawarta
b. Pitakon                                d. Pakon

III. Isenana nganggo tembung-tembung kang bener!
36. …………………………………….regane buku tulismu, Han?
37. Budhe Hani mirsani TV. Yen dingokokake dadi……………………..………………
38. Ibu dhateng warung mundhut tigan.
Tigan basa ngokone………………………………………..
39. “Padha mara” Yen ditulis Jawa dadi……………………………………
40. Yen ditulis latin unine………………………………………………………
41. Tembang “Jamuran” kalebu tembang ……………………………………………….
42. Budhe Wati maca koran. Koran minangka……………………………………………..
43. Sawise latihan wetengku krasa ngelih
Tembung liyane ngelih yaiku ………………………………………………………….
44. Andhina nulis layang.
      Jejere ukara iki yaiku……………………………………………………………………….
45. Mbah lara untu.
     Yen dikramakna dadi ……………………………………………………………………….

IV. Wangsulana kanthi premati!

46. Maheni tuku gula pasir ing warung
    Udhalen ukara kasebutmiturut jejer, wasesa, lesan lan katrangane!
...............................................................................................................................
............................................................................................................................. ...
47. Gawea ukara sing ana jejer, wasesa, lesan lan katrangan!
............................................................................................................................. ...
...............................................................................................................................
48. Kramakna ukara ing ngisor iki!
     Bapak tuku sandhal ing pasar
............................................................................................................................. ...
...............................................................................................................................
49. Tulisan aksara latine!
............................................................................................................................. ...
............................................................................................................................. ...
50. Tulisen nganggo aksara Jawa!
    “Dasa nama ”
...............................................................................................................................
............................................................................................................................. ...

Perbaikan Rapor Mutu Pendidikan

INSPIRASI CARA MEMBENAHI KUALITAS PEMBELAJARAN 1.      Kualitas Pembelajaran A.     Metode Pembelajaran Inspirasi 1          :  Kepala...