Kamis, 14 Juli 2011

...

Bismillah
Kembang melati sungguhlah indah.
Di tengah taman jadi hiasan.
Harum Ramadhan tercium sudah.
Salah dan hilaf mohon dimaafkan.

karakter saya berdasarkan golongan darah

entah mengapa, tiba-tiba hari ini teringat dengan golongan darah, tepatnya pas dulu di gramedia melihat buku diet berdasarkan golongan darah.kali ini saya mencoba mencuplik artikel sifat dan karakteristik manusia menurut golongan darah.


Gologan darah A
1. Golongan darah A ini biasanya berkepala dingin, serius, sabar dan kalem bagahsa gaulnya coolllll.
2. Mempunyai karakter yang tegas, bisa diandalkan dan dipercaya tetapi keras kepala.
3. Sebelum melakukan sesuatu orang bergoldar A biasanya memikirkannya terlebih dahulu dan mempunyai perencanaan yang matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
4. Berusaha membuat diri mereka sewajar dan seideal mungkin.
5. Bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
6. Mencoba menekan perasaan mereka dan kelihatan tegar. Walaupun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lemah seperti gugup dan lain sebagainya.
7. Cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.

Gologan darah B
1. Pemilik golongan darah B ini suka penasaran dan tertarik terhadap segala hal hal baru.
2. Mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan. Hangat-hangat taik ayam, jadi kebalikan dari A yang merencakanan dengan matang sebelum bertindak.
3. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
4. Iingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal dan tidak mau hanya dianggap rata-rata. Cenderung melalaikan lain hal jika sedang terfokus pada satu hal. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan alias kurang bisa multi-tasking.
5. Terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias dari luar tetapi sebenarnya semuanya ternyata sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
6. Suka menyendiri sehingga sering di cap sebagai orang yang tidak mau berteman atau bergaul dengan orang lain.

Gologan darah AB
1. Golongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
2. Penuh perhatian dan menjaga perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
3. Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya. Wah, kalau gitu lebih enak ga jadi orang dekat nya donk ya.
4. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
5. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu panjang dan dalam. Jadi mungkin memikirkan sesuatu sampai ke detil-detilnya ya.
6. Punya banyak teman, tapi membutuhkan waktu dan tempat untuk menyendiri dalam memikirkan persoalan-persoalan mereka. Jadi kalau lagi banyak masalah, ga suka tuch di kerumunin sama teman-teman.

Golongan darah O
1. Golongan darah O biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut. Biasnya mereka berjiwa leadership sebagai seorang pemimpin.
2. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi suasan hati mereka yang sedang galau sehingga dari luar mereka akan kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Biasanya mereka baru akan curhat dengan teman akrab atau keluarga dekat tertentu.
3. Apabila kesal terhadap orang, mereka susah marah terhadap orang nya langsung. Jadi suka ga enak hati, padahal hatinya sebel banget tuch sama tuch orang.
3. Biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
4. Disukai oleh semua orang, “loved by all”. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
5. Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan gampang menerima hal-hal yang baru.
6. Gampang di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV. Jadi gampang disetir nech golongan darah O ini.
7. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu malah yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.

anda???

saya B

Selasa, 12 Juli 2011

microblogging dan KEMAMPUAN MENULIS


Beberapa waktu lalu saya memulai menjadi penggemar @jamilazzaini di twitter. sebagai seorang pemula, saya cuma bisa membaca tweet beliau yang muncul tiap saat, saya berpikiran bahwa yang ada dalam genggamannya adalah twitter.com saja.

Banyak yang berpendapat bahwa twitter termasuk dalam social networking ataupun microblogging. Mungkin karena cuma memuat 140 karakter itulah maka disebut mikro. Suatu hari saya membaca rangkaian tweet beliau yang bersambung-sambung, saya nikamati menjadi sebuah cerita. Eh, ternyata memang benar!!! rangakain mikroblog tersebut, menjelma menjadi cerita yang ditampilkan keesokan harinya di BLOG BELIAU.
Luar biasa.... ternyata baru saya sadari.... TULISAN indah berawal dari (kurang dari) 140 karakter yang tiada henti. Gampang gampang susah ya jadi penulis itu.

OKE... cerita yang saya maksud tersebut adalah :


Driver Taxi Itu Trainerku

Senin kemarin saya sengaja “mengistirahatkan” driver yang selama ini setia menemani saya. Setelah jadwal training yang begitu padat saya khawatir ia jatuh sakit. Untuk memulihkan stamina, ia saya bebaskan mengantar saya. Hari itu, saya menggunakan jasa taxi, Blue Bird.
Begitu saya naik taxi sang driver menyapa dengan kata-kata yang lembut dan bahasa tubuh yang mengesankan. Semakin saya ajak ngobrol, saya semakin “jatuh cinta” dengan driver itu. Dalam hati saya bergumam, “Pasti ada sesuatu di dalam diri driver ini sehingga pribadinya begitu mempesona.  Saya ingin banyak belajar dengan driver ini.”
Agar punya kesempatan yang lebih luas untuk ngobrol, driver ini saya ajak makan siang di salah satu restoran kesukaan saya di Bogor. Awalnya dia menolak, tetapi setelah saya “paksa” akhirnya ia bersedia menemani saya. Ketika saya tanya mau pesan apa, dia menjawab, “Terserah bapak.” Driver itu saya pesankan menu sama persis dengan pesanan saya: Sate kambing tanpa lemak dan sop kambing, masing-masing satu mangkok.
Sebelum makan saya bertanya, “Tinggal dimana?” Dia menjawab, “Balaraja Tangerang.” “Berapa jam perjalanan ke pool?” sambung saya. Diapun menjawab, “Empat jam.” Saya terkejut, “Hah! Empat jam? Pergi pulang delapan jam. Kenapa gak nginep saja di pool?” Dia segera menjawab, “Saya harus menjaga ibu saya.”
“Menjaga ibu?” batinku. Bagaimana mungkin menjaga ibu, sampai rumah jam 23.30 berangkat kerja jam 03.30 dini hari? Untuk mengurangi rasa penasaran, kemudian saya bertanya lagi, “Bukannya sampai rumah ibu sudah tidur, berangkat ibu belum bangun?”
Dengan agak terbata dia menjawab, “Setiap saya berangkat ibu sudah bangun. Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum berangkat kerja, sambil berdoa semoga saya bisa membahagiakan ibu.”  Jawaban itu menusuk sanubariku, hanya sekedar mencium tangan ibu dan mendoakannya ia rela menempuh perjalanan delapan jam setiap hari. Sayapun ke belakang sejenak menghapus air mata yang mengalir di pipi.
Kemudian saya bertanya lagi, “Apa yang kamu lakukan untuk membahagiakan ibu?” Dengan lembut ia menjawab, “Saya sudah daftarkan umroh di kantor.”
“Maksudnya?” seru saya. Ia menjawab, “Kalau saya berprestasi dan tidak pernah mangkir kerja, saya berpeluang mendapat hadiah umroh dari kantor.  Bila saya menang, hadiah umroh itu akan saya berikan kepada ibu tercinta.”
Mendengar jawaban itu saya menarik napas panjang. Dengan nada agak bergetar ia melanjutkan, “Setiap hari saya pulang agar bisa mencium tangan ibu dan mendoakannya agar ia bisa pergi umroh. Saya benar-benar ingin membahagiakan ibu saya.” Mendengar jawaban itu, haru dan malu bercampur menjadi satu. Air matapun mengalir deras di pipiku. Malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan driver taxi ini.
Bila selama ini saya yang membuat peserta training berkaca-kaca. Hari ini Asep Setiawan, driver taxi itu, yang membuatku menangis tersedu. Dia telah menjadi trainer dalam kehidupanku. Ya, Asep Setiawan telah menjadi trainerku… bukan melalui kata-katanya tetapi melalui tindakannya.
Salam SuksesMulia!

microblogging dan inspirasi

beberapa waktu lalu saya me


Driver Taxi Itu Trainerku

Senin kemarin saya sengaja “mengistirahatkan” driver yang selama ini setia menemani saya. Setelah jadwal training yang begitu padat saya khawatir ia jatuh sakit. Untuk memulihkan stamina, ia saya bebaskan mengantar saya. Hari itu, saya menggunakan jasa taxi, Blue Bird.
Begitu saya naik taxi sang driver menyapa dengan kata-kata yang lembut dan bahasa tubuh yang mengesankan. Semakin saya ajak ngobrol, saya semakin “jatuh cinta” dengan driver itu. Dalam hati saya bergumam, “Pasti ada sesuatu di dalam diri driver ini sehingga pribadinya begitu mempesona.  Saya ingin banyak belajar dengan driver ini.”
Agar punya kesempatan yang lebih luas untuk ngobrol, driver ini saya ajak makan siang di salah satu restoran kesukaan saya di Bogor. Awalnya dia menolak, tetapi setelah saya “paksa” akhirnya ia bersedia menemani saya. Ketika saya tanya mau pesan apa, dia menjawab, “Terserah bapak.” Driver itu saya pesankan menu sama persis dengan pesanan saya: Sate kambing tanpa lemak dan sop kambing, masing-masing satu mangkok.
Sebelum makan saya bertanya, “Tinggal dimana?” Dia menjawab, “Balaraja Tangerang.” “Berapa jam perjalanan ke pool?” sambung saya. Diapun menjawab, “Empat jam.” Saya terkejut, “Hah! Empat jam? Pergi pulang delapan jam. Kenapa gak nginep saja di pool?” Dia segera menjawab, “Saya harus menjaga ibu saya.”
“Menjaga ibu?” batinku. Bagaimana mungkin menjaga ibu, sampai rumah jam 23.30 berangkat kerja jam 03.30 dini hari? Untuk mengurangi rasa penasaran, kemudian saya bertanya lagi, “Bukannya sampai rumah ibu sudah tidur, berangkat ibu belum bangun?”
Dengan agak terbata dia menjawab, “Setiap saya berangkat ibu sudah bangun. Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum berangkat kerja, sambil berdoa semoga saya bisa membahagiakan ibu.”  Jawaban itu menusuk sanubariku, hanya sekedar mencium tangan ibu dan mendoakannya ia rela menempuh perjalanan delapan jam setiap hari. Sayapun ke belakang sejenak menghapus air mata yang mengalir di pipi.
Kemudian saya bertanya lagi, “Apa yang kamu lakukan untuk membahagiakan ibu?” Dengan lembut ia menjawab, “Saya sudah daftarkan umroh di kantor.”
“Maksudnya?” seru saya. Ia menjawab, “Kalau saya berprestasi dan tidak pernah mangkir kerja, saya berpeluang mendapat hadiah umroh dari kantor.  Bila saya menang, hadiah umroh itu akan saya berikan kepada ibu tercinta.”
Mendengar jawaban itu saya menarik napas panjang. Dengan nada agak bergetar ia melanjutkan, “Setiap hari saya pulang agar bisa mencium tangan ibu dan mendoakannya agar ia bisa pergi umroh. Saya benar-benar ingin membahagiakan ibu saya.” Mendengar jawaban itu, haru dan malu bercampur menjadi satu. Air matapun mengalir deras di pipiku. Malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan driver taxi ini.
Bila selama ini saya yang membuat peserta training berkaca-kaca. Hari ini Asep Setiawan, driver taxi itu, yang membuatku menangis tersedu. Dia telah menjadi trainer dalam kehidupanku. Ya, Asep Setiawan telah menjadi trainerku… bukan melalui kata-katanya tetapi melalui tindakannya.
Salam SuksesMulia!

microblogging dan inspirasi

beberapa waktu lalu saya me


Driver Taxi Itu Trainerku

Senin kemarin saya sengaja “mengistirahatkan” driver yang selama ini setia menemani saya. Setelah jadwal training yang begitu padat saya khawatir ia jatuh sakit. Untuk memulihkan stamina, ia saya bebaskan mengantar saya. Hari itu, saya menggunakan jasa taxi, Blue Bird.
Begitu saya naik taxi sang driver menyapa dengan kata-kata yang lembut dan bahasa tubuh yang mengesankan. Semakin saya ajak ngobrol, saya semakin “jatuh cinta” dengan driver itu. Dalam hati saya bergumam, “Pasti ada sesuatu di dalam diri driver ini sehingga pribadinya begitu mempesona.  Saya ingin banyak belajar dengan driver ini.”
Agar punya kesempatan yang lebih luas untuk ngobrol, driver ini saya ajak makan siang di salah satu restoran kesukaan saya di Bogor. Awalnya dia menolak, tetapi setelah saya “paksa” akhirnya ia bersedia menemani saya. Ketika saya tanya mau pesan apa, dia menjawab, “Terserah bapak.” Driver itu saya pesankan menu sama persis dengan pesanan saya: Sate kambing tanpa lemak dan sop kambing, masing-masing satu mangkok.
Sebelum makan saya bertanya, “Tinggal dimana?” Dia menjawab, “Balaraja Tangerang.” “Berapa jam perjalanan ke pool?” sambung saya. Diapun menjawab, “Empat jam.” Saya terkejut, “Hah! Empat jam? Pergi pulang delapan jam. Kenapa gak nginep saja di pool?” Dia segera menjawab, “Saya harus menjaga ibu saya.”
“Menjaga ibu?” batinku. Bagaimana mungkin menjaga ibu, sampai rumah jam 23.30 berangkat kerja jam 03.30 dini hari? Untuk mengurangi rasa penasaran, kemudian saya bertanya lagi, “Bukannya sampai rumah ibu sudah tidur, berangkat ibu belum bangun?”
Dengan agak terbata dia menjawab, “Setiap saya berangkat ibu sudah bangun. Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum berangkat kerja, sambil berdoa semoga saya bisa membahagiakan ibu.”  Jawaban itu menusuk sanubariku, hanya sekedar mencium tangan ibu dan mendoakannya ia rela menempuh perjalanan delapan jam setiap hari. Sayapun ke belakang sejenak menghapus air mata yang mengalir di pipi.
Kemudian saya bertanya lagi, “Apa yang kamu lakukan untuk membahagiakan ibu?” Dengan lembut ia menjawab, “Saya sudah daftarkan umroh di kantor.”
“Maksudnya?” seru saya. Ia menjawab, “Kalau saya berprestasi dan tidak pernah mangkir kerja, saya berpeluang mendapat hadiah umroh dari kantor.  Bila saya menang, hadiah umroh itu akan saya berikan kepada ibu tercinta.”
Mendengar jawaban itu saya menarik napas panjang. Dengan nada agak bergetar ia melanjutkan, “Setiap hari saya pulang agar bisa mencium tangan ibu dan mendoakannya agar ia bisa pergi umroh. Saya benar-benar ingin membahagiakan ibu saya.” Mendengar jawaban itu, haru dan malu bercampur menjadi satu. Air matapun mengalir deras di pipiku. Malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan driver taxi ini.
Bila selama ini saya yang membuat peserta training berkaca-kaca. Hari ini Asep Setiawan, driver taxi itu, yang membuatku menangis tersedu. Dia telah menjadi trainer dalam kehidupanku. Ya, Asep Setiawan telah menjadi trainerku… bukan melalui kata-katanya tetapi melalui tindakannya.
Salam SuksesMulia!

Denganmu


oleh: Bunglon
Lo e te .. (me and you )
Lo e te .. (me and you )

Lama kupikirkan
Semua ini akan berakhir
Dan kusadari kini cinta yang tak bisa kutahan lagi
Akan kucoba lagi untuk terus akan kujalani
Walau percuma cintaku tak bisa terbalas lagi

Yang kuinginkan hanya perhatianmu
Yang kuinginkan hanya dapat memandangmu
Yang kubayangkan kini bisa selalu di dekatmu
Yang kubayangkan kini bisa selalu bersama denganmu
Telah lama kurasa untuk selalu bisa menunggumu
Dan dapatkah kini kucari pengganti dirimu lagi

Ci ho pensano tanto
(I've been thinking a lot)
Quello che sento
(about what I feel for you)
Non puo' aspettare piu'
(it cannot wait any longer)
E son sicuro che ormai
(and I'm sure that)
E tempo di decidere
(it's time to make up your mind)
Ci ho pensano tanto
(I've been thinking a lot)
Ti lascerei ma soffrirei di piu
(I will leave you but I will suffer more)
E tutto inutile sei per me
(it's all pointless, you are for me)
Un sogno irragiungibile
(a dream I cannot reach)
L'ho capito, capito ora
(I've understood by now)
Non posso aspettare piu
(I cannot wait any longer)
L'hai capito, capito ora
(you've understood by now)
Che non posso aspettare piu
(that I cannot wait any longer)

--pogung kidul kala itu, dalam kesepian malam minggu--

Jalan Masih Panjang



Kusadar hidup ini hanya sebentar
Untuk apa putus asa
Kan buang waktu saja
Bukankah setiap orang punya problema
Yang harus kita lalui
Dengan hati yang tabah

Lupakanlah sudah masa lalu kelabu
Kita susun langkah baru
Jangan hanya menunggu
Harapan, kesempatan, dan jua waktu
Takkan selamanya datang
Menghampiri hidup kita

Bersyukurlah hari ini
Kita masih dapat berjumpa
Dalam kasih sayangnya
Berdoalah dari semua
Cita-cita hidup di dunia
Dan jangan kita lupa
Dia yang di atas sana, kawan

Hidup ini berat tapi jangan takut, kawan
Semua pengorbanan
Selalu menjadikan bahagia
Satu lagi, kawan
Jalan masih panjang
Berarti kita harus melangkah terus kemuka

Perbaikan Rapor Mutu Pendidikan

INSPIRASI CARA MEMBENAHI KUALITAS PEMBELAJARAN 1.      Kualitas Pembelajaran A.     Metode Pembelajaran Inspirasi 1          :  Kepala...