Kamis, 16 November 2017

Belajar ala otak bekerja dengan mind mapping

Bermain sambil belajar, mewarnai sambil belajar, belajar sambil mewarnai. Begitulah mind mapping yang diterapkan pada pelajaran kali ini.
Pemetaan pikiran atau yang biasa dikenal dengan sebutan Mind Mapping, merupakan sebuah metode dalam memaksimalkan potensi pikiran manusia. Metode ini menggunakan kombinasi antara otak kanan dan otak kiri secara simultan. Diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974 ini mulai dikembangkan sampai saat ini. Prinsip dasar dari metode ini sebenarnya adalah menggunakan teknik curah gagasan dengan menggunakan kata kunci bebas, simbol, gambar, dan melukiskannya secara kesatuan di sekeliling Tema Utama seperti pohon dengan akar, ranting, dan daun-daunnya. 

Pekan ini, siswa kelas 3 memanfaatkan alat mewarnai untuk belajar membuat mind map. materi yang dibuat mind map antara lain : Ciri makhluk hidup, pengelompokan makhluk hidup, pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, lingkungan sehat, sifat benda, dan kegunaan benda. 





xx

Rabu, 07 Juni 2017

Melepas kupu-kupu

Hari ini, Selasa 6 Juni 2017, bertempat di SD Birrul Walidain Muh Sragen, telah diselenggarakan buka puasa bersama kelas 6.
Momen ini terbilang sebagai momen kebersamaan terakhir di tahun 2016/2017. Dibilang momen terakhir, karena memang beberapa saat lagi, diumumkan kelulusan USBN dan yang pasti mereka para siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Ibarat metamorfosis kupu-kupu, momen inilah saatnya mereka keluar dari belenggu kepompong untuk kemudian mewarnai dunia dengan berbagai keindahan warna sayapnya.

Selama ini, mereka telah digembleng dan dididik, digulawentah, agar menjadi manusia yang bertaqwa, tumbuh menjadi insan cerdas, dan belajar menjadi pribadi mandiri.

Semoga buka bersama ini mampu mengantarkan mereka terbang ...

Kamis, 04 Mei 2017

Membaca peta Sumberdaya Alam


Keberagaman sumberdaya alam di Indonesia dan luasnya wilayah Indonesia bisa disaksikan melalui pengamatan dan pembacaan peta.
Membaca peta merupakan sebuah proses dalam memahami bentuk penggambaran yang terdapat pada isi muka peta topografi yang berupa relief, perairan, vegetasi, hasil budaya manusia serta ciri khas lainnya yang digambarkan dalam bentuk simbol-simbol sehingga pengguna peta dapat mengetahui bentuk medan sebenarnya dari suatu wilayah tanpa harus mengunjungi tempat tersebut.
Melalui pengamatan peta tematik sumberdaya alam, siswa diminta untuk mengamati peta, membaca dan menyajikan informasi berupa tabel sederhana.
Semoga kecintaan anak pada Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin dalam tertanam dalam jiwa siswa SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen.

Kamis, 13 April 2017

bangga sebagai bangsa Indonesia


Bicara tentang Indonesia, tentu tidak lepas dari istilah kebhinnekaan. Bentang alam yang memanjang dari Sabang sampai Merauke, Dari Mianggas sampai Rote. Laksana hamparan mutiara, berupa ribuan gugusan pulau yang dihuni maupun tidak dihuni. Keindahan alam yang semakin eksotis, juga dalam ragam adat istiadat.

Ribuan suku bangsa yang mendiami negara yang kita cintai ini, yang tentunya juga menurunkan ribuan adat istiadat, tingkah laku, rumah adat dan tata nilai kehidupan yang beragam.

Adalah mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah, salah satu cara mengenal dan melihat langsung keanekaragaman budaya nusantara. Namun ada cara lain yang lebih murah, yaitu membuat diorama rumah adat nusantara.

Salah satu kegiatan pembelajaran kelas tiga (3) adalah membuat diorama rumah adat nusantara. Berbekal dengan gambar dan barang bekas, siswa-siswi kelas tiga secara berkelompok membuat dan menyajika hasilnya.

Semoga dengan membuat karya ini, mereka mampu mencintai Indonesia dan bangga sebagai anak Indonesia



 Tak pelak, keragaman ini, menyatukan bangsa yang berdaulat. Bhineka Tunggal Ika adalah semboyang "roh" penyatu anak-anak negeri. Keunikan ini pulalah yang membuat Indonesia sangat dicintai oleh warga negara asing. Banyak diantara mereka menghabiskan waktu di Indonesia. Belajar budaya dan adat istiadat adalah salah satu target mereka selama di Indonesia. Bahkan, banyak diantara mereka yang kemudian memilih menjadi warga negara Indonesia.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/welhelmus/cara-cepat-mengenal-budaya-di-indonesia_5517cf9ba333117e07b660ee

Minggu, 19 Maret 2017

Contoh soal UTS Matematika Kelas 3


berikut ini dilampirkan soal UTS 2 Matematika jenjang Sekolah Dasar, sebagai latihan. selamat belajar, semoga bermanfaat

Rabu, 01 Maret 2017

Serangan Umum 1 Maret 1949

nat geo
national geographic indonesia
Monumen Serangan Umum 1 Maret berada di perempatan titik nol kilometer Yogyakarta. Berada di seberang gedung Bank Indonesia, sebelah timur Gedung Agung dan selatan Beteng Vredeburg..

Serangan umum 1 maret merupakan serangan yang dilakukan oleh jajaran tinggi militer Divisi III/GM III untuk merebut kembali kota Yogyakarta sekaligus membuktikan bahwa TNI dan Republik Indonesia masih kuat, sehingga diharapkan akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang berlangsung di PPB. Pada saat itu Panglima Besar Jenderal Soedirman masih berada di luar kota untuk melakukan perang Gerilya. Komando dilakukan melalui radio.

Tujuan utama serangan tersebut adalah untuk meruntuhkan moral pasukan Belanda serta membuktikan kepada internasional bahwa TNI memiliki kekuatan yang cukup besar untuk melakukan perlawanan. Seperti diketahui, saat itu masih terjadi Agresi Militer Belanda II.


Jalannya Serangan Umum 1 Maret

Tepatnya pada tanggal 1 Maret 1949 di pagi hari, dimulailah serangan besar-besaran dengan fokus utama adalah ibu kota Indonesia saat itu yaitu Yogyakarta. Selain itu serangan juga dilakukan dibeberapa kota lain seperti Solo, dan Magelang dengan tujuan untuk menghambat bantuan tentara Belanda. Pusat komando saat itu ditempatkan di Desa Muto. Tepat pada pukul 6 pagi, sirine dibunyikan dan serang dilakukan ke seluruh penjuru kota. Serangan tersebut dibagi menjadi 5 sektor yaitu:

Kota dipimpin oleh Letnan Marsudi.
Barat dipimpin oleh Letkol Ventje Sumual
Utara dipimpin oleh Mayor Kusno
Selatan  dipimpin oleh Mayor Sarjono
Timur dipimpin oleh Mayor Sarjono

Kerugian Di Kedua Belah Pihak Serangan Umum 1 Maret

Pihak Belanda 6 orang tewas dan 14 orang luka-luka, sementara di pihak Indonesia tercatat 300 prajurit gugur, 53 polisi gugur, dan jumlah rakyat yang ikut gugur tidak bisa dihitung secara pasti. Sementara itu, menurut media Belanda, korban dari pihak mereka selama bulan maret adalah 200 orang tewas dan luka-luka.


Arti Penting Serangan Umum 1 Maret 1949

Menunjukkan kepada dunia internasional keberadaan pemerintah dan TNI masih kuat dan solid
Dukungan terhadap perundingan/diplomasi yang berlangsung di PBB
Meningkatkan moral bangsa Indonesia
Meruntuhkan mental pasukan Belanda
Mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia

Itulah sejarah singkat serangan umum 1 Maret 1949 yang harus kita ketahui sebagai penerus bangsa. Ingat perjuangan para pakhlawan tidaklah mudah dan mereka rela mengorbankan jiwa dan raga. Sebagai penerus bangsa kita harus melakukan yang terbaik demi Negara kita tercinta ini.

Selasa, 24 Januari 2017

Latihan Soal PKn Harga Diri Kelas 3



Berikut ini adalah contoh Lembar Kerja Pendidikan Kewarganegaraan Kelas III SD, materi Harga Diri