Kamis, 11 Oktober 2012

belajar basis data

Tulisan kali ini mungkin tidak ada hubungannya dengan perkuliahan Sistem Informasi Manajemen. Namun, apa yang saya tuliskan berikut ini semoga bisa menjadikan kita utnuk lebih menghargai waktu dan kesempatan, hehehe... nggak nyambung kaleee.
Pada hari ini (Kamis 11 Oktober 2012), saya diberi amanah oleh sekolah untuk mendaftarkan anak didik mengikuti lomba di SMP Negeri 5 Sragen. Lomba yang dipertandingkan (eh istilahnya salah ga ya) ada empat, yaitu lomba MAPEL, Retelling Story, Komputer, dan mewarnai. Pendaftaran dilaksanakan di lobby depan SMP 5.
Pukul 10.00 saya datang dengan membawa daftar peserta dan surat pengantar dari sekolah. Kebetulan sekali, di hari penutupan tersebut pendaftar yang datang sangat banyak, sehingga tiga meja panitia pendaftaran penuh sesak dengan pendaftar. Ketika saya menyerahkan daftar peserta, panitia menyerahkan blanko kosong untuk saya isi, sayapun menuliskan sebanyak 40 peserta. Lumayan capek.
Setelah selesai, ternyata masih harus antre untuk mendapatkan nomor peserta, maklum, blanko yang saya isi sebelumnya belum mencantumkan nomor peserta. Setelah selesai, panitia masih menulisan kwitansi peserta. bayangkan jika menuliskan sebanyak 40 peserta. Akhirnya saya mengambil inisiatif untuk minta satu kwitansi saja secara kolektif, panitia pun mengiyakan. Saya mendapatkan kwitansi pada jam 12.15 WIB,  artinya membutuhkan waktu 2 jam lebih untuk 40 anak, waktu yang sangat lama.

Beberapa catatan yang bisa saya usulkan, setidaknya jika nanti akan mengurusi pendaftaran lomba.
1. Buat Formulir pendaftaran yang simpel, bisa berupa 1 lembar blanko, yang memuat kartu peserta, kwitansi.
2. Formulir pendaftaran yang diisi oleh pendaftar memuat nomor pendaftaran.
3. Buat loket pendaftaran yang berbeda untuk cabang yang berbeda.
4. Gunakan komputer untuk memudahkan entri data, sehingga tidak berulang-ulang menulis nama di Formulir/Kwitansi/Rekap Peserta, kalo tidak salah ada istilah redundancy data. Kesalahan penulisan nama peserta bisa terjadi dari penulisan manual (walaupun bisa terjadi karena pengetikan).


Rabu, 10 Oktober 2012

kesempatan langka

Pada hari Sabtu (6 September 2012), saya mendapatkan kesempatan yang sangat langka, ketemu langsung dengan teman dunia maya, teman jejaring sosial (facebook). Mereka adalah Bapak Sulhan Fathoni, Ibu Siti Zulaihah, dan tamu spesial Mas Amin Mungamar (mister mung) pemilik www.mrmung.com.
Pak Toni merupakan guru SMP Muh 1 Sragen, Bu Siti merupakan adik dari Pak Toni yang mengajar di SMP Baturetno, sementara mister mung adalah guru SMP Kaliwungu Kab. Semarang (ini Kaliwungu yang bukan KENDAL!!!).
Apabila sebelumnya saya hanya mengenal beliau di group fb LPMP JAWA TENGAH, kali ini benar-benar nyata, bisa bertukar pikiran. Saya jadi tahu banyak aktifitas Mister Mung yang pada waktu tersebut sedang menjadi teknisi UKG (UJi Kompetensi Guru) di Kabupaten Sragen. Untuk lebih mengetahui tentang mister ini, silahkan buka di blog beliau, www.mrmung.com
Ini foto yang saya ambil dari blog beliau.



Rabu, 03 Oktober 2012

belajar dari pengalaman

Blog yang sedang anda baca ini, pada bulan September 2012 lalu, saya ikutkan dalam lomba pengayaan sumber belajar pada blog guru yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Provinsi Jawa Tengah (BPTIKP JATENG). Blog ini masuk dalam kategori blog guru jenjang pendidikan Dasar.
Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, blog yang sedang anda baca ini, belum bisa lolos ke tahap final, yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Oktober 2012. Saya pun mencari informasi kenapa blog ini belum bisa masuk final.
Kekurangan blog ini (untuk layak disebut sebagai media pembelajaran) yaitu :
1. Perangkat Pembelajaran yang belum sempurna
2. Media Pembelajaran yang belum ada
3. Materi Ajar yang kurang terstruktur
4. Layout yang tidak eye-catching
5. Soal online/offline yang belum diberdayakan maksimal.

ada masukan lagi???? silahkan berkomentar

SOAL