Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

foto

foto

Popular Posts

Review Penilaian akhir tahun IPA kelas III




1.      Sebutkan 5 (lima) sumber energi!
2.      Sebutkan 3 (tiga) contoh  sumber energi panas!
3.      Energi angin bagi petani digunakan untuk....
4.      Bagian dari gitar yang menimbulkan energi bunyi adalah ....
5.      Sumber energi digunakan untuk menggerakkan kipas adalah ...
6.      Pada proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan .... matahari
7.      Alat yang menghasilkan energi gerak adalah (tulis 5) ....
8.      Benda yang bergetar akan menghasilkan energi ....
9.      Makanan merupakan contoh sumber energi ....
10.  Pada kompor gas untuk memasak, terjadi perubahan energi .... menjadi ....
11.  Pada blender memiliki perubahan energi pada benda yaitu ....
12.  Perubahan energi yang terjadi pada panel surya adalah .... menjadi ….
13.  perubahan energi yang terjadi pada setrika, sama dengan perubahan yang terjadi pada alat ….
14.  Perubahan energi gerak menjadi energi panas dilakukan dengan cara ....
15.  Pada radio terjadi perubahan energi .... menjadi ....
16.  Perubahan energi kimia menjadi energi gerak terjadi pada ....
17.  Sebutkan 5 (lima) contoh energi alternatif!
18.  Air terjun dimanfaatkan untuk energi alternatif berupa ....
19.  Pada mainan kincir angin terjadi perubahan energi ....menjadi energi ....
20.  Biogas adalah energi alternatif yang berasal dari ....
21.  Biodiesel adalah energi alternatif yang berasal dari ….
22.  Upaya yang dilakukan untuk menghemat listrik adalah ....
23.  Menghemat penggunaan listrik, berarti menghemat ....
24.  Energi yang dihasilkan dari mesin cuci adalah energi ....
25.  PLTA merupakan singkatan dari ....
26.  PLTU merupakan singkatan dari ….
27.  PLTN merupakan singkatan dari ….
28.  PLTB merupakan singkatan dari ….
29.  PLTG merupakan singkatan dari ….
30.  Cara untuk menghemat penggunaan air adalah ....
31.  Cara menghemat listrik di rumah adalah ....
32.  Sebukan 3 (tiga) contoh benda yang menghasilkan energi panas
33.  Sebutkan 3 (tiga) contoh alat yang mengubah energi listrik menjadi energi panas!
34.  Sebutkan 3 (tiga) contoh alat yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya
35.  Sebutkan 3 (tiga) contoh alat yang mengubah energi listrik menjadi energi panas!
36.  Sebutkan 3 (tiga) cara menghemat energi listrik di sekolah!
37.  Sebutkan 3 (tiga) hal yang kamu lakukan untuk menghemat listrik di rumah!
38.  Contoh olahan makanan dari peternakan adalah ...., … , ….., dan ….
39.  Olahan makanan yang berasal dari kedelai adalah ....
40.  Contoh alat komunikasi tradisional adalah ….
41.  Bahan sandang yang berasal dari tumbuhan adalah ....
42.  Bahan sandang yang berasal dari hewan adalah ….
43.  Sebelum ditemukan kendaraan modern, manusia mengangkut barang menggunakan ...
44.  Kapal laut dengan teknologi modern maka penggerak utamanya mengunakan ....
45.  Keuntungan dari teknologi transportasi modern adalah ....
46.  Alat transportasi yang memanfaatkan tenaga hewan antara lain ...., …., ….
47.  Cara mensyukuri nikmat Alloh dalam menikmati teknologi transportasi adalah ....
48.  Cara yang paling tepat dalam menikmati teknologi sandang adalah ....
49.  Contoh transportasi udara adalah ....
50.  Contoh transortasi darat adalah …,…,…,…,….., dan …
51.  Contoh transportasi air / laut adalah ….,….,….,…,….,
52.  Benang, kapas, bulu domba dan kepompong ulat sutera dapat dibuat menjadi pakaian setelah melalui proses ....
Tag : , ,

CATATAN UNTUK ORANG TUA SISWA DALAM EKSTRAKURIKULERSISWA DI LUAR RUANGAN


Kejadian yang menimpa siswa SMPN 1 Turi akhir pekan kemarin merupakan pelajaran yang teramat sangat mahal. Berbagai langkah penanganan sudah dilakukan: medis, psikologis dan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam kegiatan. Pertanyaannya kemudian adalah apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua di kemudian hari, agar kejadian serupa tidak terulang ?

Pertama, perlu memahami bahwa kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan merupakan salah satu metode pembelajaran terbaik untuk mengembangkan kognitif, afektif dan psikomotor anak kita.

Kedua, perlu memahami bahwa kegiatan di luar ruangan mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding di dalam ruangan.

Ketiga, untuk meminimalkan risiko tersebut, ada tiga pilihan: hal-hal yang menjadi potensi ancaman dikurangi/dihilangkan, kapasitas/kemampuan kita ditingkatkan atau melakukan kedua-duanya.

Semisal anak kita mengikuti kegiatan perkemahan, maka hal-hal yang berpotensi menjadi ancaman adalah : hujan, petir, terik matahari, gangguan hewan, lingkungan sekitar (pohon, tebing, dsb) serta potensi ancaman lainnya.

Apakah kita bisa mengurangi potensi ancaman tersebut ?

Jika tidak, maka orang tua sebaiknya melakukan langkah-langkahproaktif sebagai berikut:

1. Kenali batas maksimal kemampuan anak dibandingkan potensi minimal ancaman tersebut;

2. Kenali teman-teman dekat anak dan jalin komunikasi dengan orang tuanya

3. Kenali kemampuan pendamping kegiatan, minimal pengetahuan dan pengalamannya.

4. Cari informasi mengenai prakiraan cuaca saat kegiatan dilaksanakan: bisa melalui akun twitter BMKG atau aplikasi android;

5. Check ketersediaan dan akses bantuan medis terdekat dengan lokasi kegiatan: poliklinik/puskesmas/rumah sakit, akses jalan dari lokasi kegiatan ke fasilitas kesehatan tersebut dan nomor-nomor telepon yang bisa dihubungi;

6. Check rundown (jadwal) acara dalam kegiatan tersebut, pastikan pendamping kegiatan memiliki rencana respon darurat – langkah-langkah yang akan dilakukan pendamping jika terjadi kondisi darurat;

7. Berikan catatan dan penjelasan langkah-langkah yang harus dilakukan si anak jika menghadapi kondisi darurat;

8. Persiapkan peralatan kegiatan bersama anak untuk memastikan tidak ada yang terlupa – perlatan tersebut untuk melindungi anak dari ancaman;

9. Jalin komunikasi dengan pendamping dan penanggungjawabselama pelaksanaan kegiatan.

Jika orang tua mengalami kesulitan untuk melakukan kesembilan langkah di atas dapat menghubungi dan meminta bantuan teman/saudara/relawan/petugas yang lebih berkompeten.

Terakhir, jangan segan untuk melarang anak mengikuti kegiatan tersebut jika orang tua masih ragu terpenuhinya salah satu langkah di atas – karena keselamatan anak adalah yang utama.

Semoga bermanfaat.

Nawa Murtiyanto, SIP, MPA
Dept. Lingkungan Hidup & Penanggulangan Bencana, 
Bidang Pengabdian Masyarakat PP Kagama

Cc Tomo Sulastama Sandhya Yuddha

Tag : , , ,

istrimu bahagia gak?


Istri dan Kebahagiaannya

Seorang suami (sebut saja namanya Budi) bertanya ke saya, 
“Pak Nas, kenapa ya hutang saya ga lunas lunas?”

Menghadapi pertanyaan sprt ini, biasanya saya jawab dengan mengajaknya menggunakan ilmu “law of projection”, “disiplin kata” atau “garpu tala”. Tapi kali ini saya ingin gunakan jurus berbeda.

Saya tanya balik ke dia “Istri ente bahagia ga sama ente?”

Ditanya pertanyaan berbeda, dia merespon dengan membenarkan pertanyaannya. 
“Gini pak Nas, ana tanya tentang hutang. Kenapa ya hutang ana ga lunas lunas?”

Sekali lagi saya tanya balik ke dia “iya... ana tanya ente dulu... istri ente bahagia ga sama ente?”

Lama dia terdiam. Lalu dia jawab “kayaknya ga pak nas”

Lalu saya bilang, “ ya sudah... itu jawabannya... ente ga bakal bisa melunasi “hutang” ente kalau istri ente ga bahagia”

“Lho emang ada hubungannya pak Nas?” tanya dia.

“Ya pasti” jawab saya. Lalu saya jelaskan ilmu terumbu karang.

***

“Di mana Allah titip rezeki untuk manusia?” Ini adalah pertanyaan sederhana, namun banyak manusia tidak tahu jawabannya.

Sementara semua hewan tahu di mana letak rezekinya. Jerapah jika ditanya pasti menjawab di pucuk pohon. Monyet akan menjawab di pohon pisang. Ikan akan menjawab, rezekinya dititip di terumbu karang.

Uniknya, jawaban manusia berbeda-beda. Tidak seragam seperti jawaban hewan. Ada yang menjawab di kantor, di proyek, di bendahara, di mana-mana dan jawaban lain yang menunjukkan sebenarnya kita tidak tahu di mana letak rezeki kita.

Dengan kajian panjang, saya menyimpulkan bahwa rezeki Allah dititip di “Kemuliaan dan Kebahagiaan Orang Lain”. 

Rezeki yang kita dapatkan sebenarnya bukan karena keahlian kita, bukan juga karena jam kerja yang kita curahkan. Tapi lebih karena kita pernah memuliakan dan membahagiakan orang lain. Lalu Allah berikan reward berupa rezeki yang tercurah akibat proses itu.

Jika jerapah menjaga pucuk pohonnya, monyet menjaga pohon pisangnya, maka ikan pun menjaga terumbu karangnya agar dapatkan rezeki. 

Uniknya, manusia dengan mudah menyakiti perasaan manusia lain. Kenapa? Karena tidak tahu konsep “menjaga terumbu karang” ini. Begitulah yang terjadi pada Pak Budi. Dia fokus mencari nafkah di tempat kerja, tapi istri sendiri tidak dia bahagiakan.

***

Pak Budi menghela nafas. “Terus, apa yang harus saya lakukan pak Nas?”

“Ya sederhana sebenarnya, buat saja istri mulia dan bahagia, karena di sana letak rezeki bapak” jawab saya.

“Kita terlalu sibuk bekerja dan menjadi robot, lalu menganggap dengan aktivitas kita itulah kita mendapatkan rezeki dan mampu membayar hutang-hutang kita. Padahal kita sebenarnya juga bahagiakan orang-orang yang menjadi sebab rezeki kita. 

Pimpinan, anak buah, klien, konsumen, kita jagaaa benar hatinya agar tidak tersinggung. Kenapa? Karena kalau tersinggung sedikit saja, mereka akan menghukum kita dengan berkurangnya bagian rezeki kita. 

Pimpinan mungkin akan memecat kita, anak buah tidak akan semangat bekerja, klien dan konsumen akan lari, jika kita buat tersinggung.

Saat tiba di rumah... dengan mudahnya kita menyakiti hati istri kita. Kadang sebagai suami, kita menganggap istri harus membuat suami bahagia. Kita-lah raja dalam rumah tangga dan dengan semena-mena kita menuntut banyak hal pada istri kita. Kita pakai dalil2 agama untuk mengeksploitasi istri kita. Semuanya tentang kita dan ego kita sebagai suami.

Ujung dari itu semua, istri tidak bahagia. Seperti ikan, saat terumbu karangnya sudah musnah, manalah mungkin dia bisa dapatkan makanan. Saat istri -sebagai orang paling dekat dengan kita- tidak bahagia, manalah mungkin kita akan dapatkan rezeki”

Pak Budi menunduk lalu menatap saya dalam-dalam...

“Sebenarnya... ini adalah kontemplasi saya juga pak...” ujar saya. 

“Oh, pak Nas pernah mengalami?” Tanya pak Budi.

“Ya... begitulah... dulu saya juga orang yang tidak peduli dengan kebahagiaan istri. Terlalu banyak aib jika saya ceritakan... Tapi, sejak saya dapatkan kesimpulan “menjaga terumbu karang” ini, saya balik semua logika saya dalam mencari rezeki.

Saya sudah tidak peduli lagi dengan usaha saya. Saya tidak peduli dengan seberapa banyak nafkah yang saya bisa berikan untuk istri saya. Karena sebenarnya itu hanya dampak dari sikap saya terhadap orang-orang yang paling berharga dalam kehidupan saya. Salah satunya, istri kita.

***

Suatu saat, ada seorang motivator bisnis dari Amerika. Sesi yang paling saya tunggu adalah pertanyaan tentang rahasia sukses. “Apa rahasia sukses bapak?” Tanya seorang penanya.

Saya sudah menunggu dan menduga jawabannya adalah tentang poin2 manajemen, leadership, kedisipilan atau kerjasama tim. 

Jawabannya sungguh tak terduga. Sambil memegang mesra tangan istrinya, sang motivator menjawab “Happy Wife, Happy Life” 

Sungguh bukan ini rahasia yang saya nantikan. Tapi dengan fasih, motivator itu menjawab dgn susunan logika yang menggugah perasaan saya, bahwa Kebahagiaan Istri lah yang akan membuat hidup seorang suami bahagia.

Ah... malu saya dengan diri saya sendiri. Banyak orang memanggil saya ustadz, tapi kenapa nilai-nilai ini malah dijiwai oleh motivator bisnis dari negara yang dalam citra saya sudah tidak lagi mensakralkan nilai keluarga.

Setelah itu, berhari-hari saya termenung, kalimat “happy wife, happy life” terngiang2 dalam fikiran dan jiwa saya. Akhirnya dengan mantap, saya membuka hati, mau belajar dan menerapkan semboyan sang motivator untuk meniti kesuksesan saya.

***

Pak Budi masih di depan saya. Masih mencoba mencerna kalimat-kalimat yang keluar dari lisan saya. Pak Budi memang sedang konsultasi, tapi hakikatnya ini adalah pembicaraan dua lelaki yang saling berkaca. 

Memang tidak mudah menurunkan ego kami sebagai suami. Tapi jika itu yang harus dibayar untuk kesuksesan, kenapa tidak? Sudah terlalu jauh kami berjalan memuaskan ego kami sendiri, dan akibatnya kami tak lagi menemukan bahagia.

***

“Tapi istri saya keras pak Nas, kadang marah-marah ga jelas, apa yang saya lakukan seperti ga bener semua di mata dia. Kalau sudah begitu, saya ya... kebawa marah” ujar pak Budi

“Ya biar saja lah pak, kadang istri kita memang mesti melampiaskan amarahnya. Satu hal yang akhirnya saya fahami... sejak kita menikahi istri kita, dia punya quota marah yang ga habis-habis... kita harus siap memiliki hati yang luas menghadapinya.

Untuk hal ini, saya terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad Saw.

Suatu saat, Nabi saw sedang menerima tamu. Sejurus kemudian, ada ketukan pintu dan memberikan semangkuk sup. “Dari mana sup ini?” tanya Nabi yang dijawab dari istri yang lainnya.

Jawaban itu didengar oleh Aisyah ra di dapur yang juga sedang menyiapkan makanan untuk Nabi yang mulia. Tak diduga, Aisyah keluar dan menghalau mangkuk sup itu dan terjatuh mengenai Nabi saw dan tamunya.

Jika kita menjadi Nabi saw, mungkin penyikapan kita akan marah, atau minimal memberikan pengertian kepada Aisyah ra tentang kesalahan perbuatannya.

Tapi, Dialah Nabi saw yang mulia. Dia hanya mengambil kain membasuh sup yang tumpah di baju beliau dan tamunya dan hanya mengatakan kepada tamunya “maafkan ibumu (ummul mu’minin)... dia sedang cemburu”

Penyikapan yang tepat yang lahir dari keinginan menjaga kebahagiaan istri. Ah... semoga kami mampu mencontoh Nabi kami yang mulia.

**

Kehidupan suami istri laksana lautan dalam yang tak pernah habis digali. Satu hal yang pasti, kita harus pertanggung jawabkan ijab-qobul yang sudah terlanjur terucap dan disaksikan oleh Allah.

Lalu kita terikat amat kuat dengan hukum Allah. “Itsnaani yu’ajjiluhumullahu fid dunya, al-baghyu wa huquuqul waalidayn” ada dua dosa yang dipercepat siksanya oleh Allah di dunia : berbuat sewenang2 (Al-baghyu) dan durhaka kepada kedua org tua.

Al-baghyu yang paling besar adalah kepada istri sendiri. Allah mensejajarkan, menyakiti istri sama dengan durhaka kepada orangtua. 

Kami berdua menghela nafas... tidak mudah memang menjadi suami, dan kami harus terus belajar. Semoga dengan slogan baru : “Happy Wife, Happy Life”, kami bisa dapatkan kebahagiaan dan kesuksesan kami kembali.

Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh suami dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama istri untuk membaca dan melakukannya ☺. 

Tulisan ini juga satu paket dengan tulisan sebelumnya berjudul : “suami dan keridhoannya”

---bit.ly/doabisnismilenial
bit.ly/doabisnismilenial
bit.ly/doabisnismilenial

Sumber: Grup FB Ust. Nasrullah
Tag : ,

makanan bergizi seimbang


Pola makan B2SA merupakan pola makan yang menggunakan susunan makanan untuk sekali makan atau untuk sehari menurut waktu makan (pagi, siang dan sore/malam), yang mengandung zat gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan jumlah yang memenuhi kaidah gizi seimbang yang sesuai dengan daya terima (selera, budaya) dan kemampuan daya beli masyarakat serta aman untuk di konsumsi. Berikut beberapa alasan kenapa kita haruss mengkonsumsi pangan yang B2SA:
1.       Beragam artinya pangan yang dikonsumsi berbagai macam, baik hewani maupun nabati, baik sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Setiap jenis/kelompok pangan mempunyai kelebihan atau kekurangan nutrisi/gizi tertentu, sehingga dengan mengkonsumsi pangan yang beragam maka nutrisi/gizi dari berbagai pangan saling menutupi sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Selain itu juga kenapa harus beragam, sejalan dengan salah satu Rencana Strategis Kementrian Pertanian yang salah satunya adalah Peningkatan Diversifikasi pangan, jadi disini diharapkan masyarakat tidak hanya tergantung pada satu jenis pangan tertentu saja. Misalnya tergantung pada beras atau terigu saja.
2.       Bergizi artinya pangan yang dikonsumsi harus mengandung gizi. Gizi adalah unsur yang ada dalam makanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh. Manfaat itu antara lain memelihara tubuh serta mengganti jaringan tubuh yang rusak, memproduksi energi, mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral serta cairan tubuh lainnya , sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.
3.       Berimbang artinya pangan yang dikonsumsi harus seimbang dari berbagia jenis/kelompok pangan serta sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Konsumsi pangan dikatakan seimbang tergantung pada umur, jenis kelamin, aktivitas, ukuran tubuh dan keadaan fisiologi. Seimbang disini maksudnya adalah: Seimbang jumlah antar kelompok pangan (pangan pokok, lauk pauk, sayur dan buah), Seimbang jumlah antar waktu (3 kali makan sehari)
4.       Aman Artinya Pangan yang dikonsumsi bebas dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat menganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia baik secara langsung ataupun tidak langsung (jangka panjang).
Pastikan bahwa pangan yang kita konsumsi itu harus bebas dari:
1.       Cemaran fisik (tanah, kerikil, serpihan kayu, besi stapler, kaca, rambut, dll)
2.       Cemaran kimia ( residu pestisida, residu obat-obatan hewan, bahan kimia yang dilarang, penggunaan Bahan Tambahan Pangan yang berlebihan)
3.       Cemaran Makrobiologi seperti cacing, kutu, serangga dan bahaya mikrobiologi yang tak kelihatan seperti bakteri, khamir, protozoa, kapang dan jamur serta virus.
4.       Penggunaan bahan berbahaya yang dilarang digunakan untuk pangan seperti formalin, rhodamin B, Borax, metanil yellow, dll
Tetapi apakah yang akan terjadi jika kita tidak mengkonsumsi makanan yang B2SA. Pada umumnya jika tidak mengatur asupan makanan kita, yang terjadi adalah gizi buruk atau obesitas. Jika sesorang mengalami gizi buruk maka akan gampag sakit, kurang cerdas, sering sakit, dan jika sangat parah dapat menyebabkan kematian. Jika seseorang menderita obesitas, karena asupan pangan yang berlebih, maka akan rentan terkena peyakit seperti diabetes, jantung, hipertensi dan lain-lain.x

Pilah sampahmu!

mengapa tempat sampah bermacam-macam warnanya?
Program pemilahan sampah berlandaskan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres)  nomor 97 tahun 2017 tentang ‘Kebijakan dan Strategi Nasional Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga’.
Setelah melakukan pemilahan sampah, yang harus dilakukan setelahnya adalah sebisa mungkin membuat sampah berhenti di sumbernya. Jadi sampah itu harus berhenti, enggak cukup di buang pada tempatnya, namun harus diolah saat itu juga agar dia habis.
Ada banyak cara untuk mengolah sampah agar bermanfaat agar sampah tak berakhir menjadi limbah.  Ada banyak teknik pengolahaan sampah yang tidak memerlukan biaya banyak. Pertama, jika itu sampah organik, kita bisa jadikan sebagai pupuk kompos bagi tanaman. Sudah dibuktikan lewat penelitian bahwa pupuk kompos adalah salah satu pupuk unggul.
Kemudian untuk sampah anorganik, beberapa jenisnya sudah dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan. Sedangkan yang residunya, ampas dari sampah anorganik tersebut kita bisa olah dengan alat pirolisi untuk dibuah menjadi minyak serta bisa juga diubah menjadi briket, sumber bahan bakar.

Teman-teman, bagaimana kalau kita mulai membiasakan diri untuk memilah sampah sebelum dibuang? Kira-kira, kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang?
Mempercepat Proses Penguraian
Sampah itu ada dua jenis, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Untuk sampah organik, proses penguraiannya akan lebih cepat terjadi jika digabungkan dengan sampah organik lainnya.
Mengurangi Bau Busuk
Sampah organik akan mengeluarkan bau busuk saat terurai. Supaya bau busuk itu hilang, kita harus memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Setelah dipisahkan, sampah organik bisa dikubur di dalam tanah, sebagai pupuk. Dengan begitu, bau busuk dari sampah organik tidak akan tercium. Lalu, tanaman pun tubuh subur.


Meningkatkan kebersihan sampah
Penguraian pada sampah organik akan terjadi lebih cepat daripada sampah anorganik. Jika kedua sampah itu dicampurkan, sampah anorganik yang tadinya bersih akan menjadi kotor. Padahal, jika kita memilah sampah, kebersihan sampah anorganik bisa terjaga, lo. Hal itu akan memudahkan para pengepul dalam mendaur ulang sampah anorganik.
Mengurangi jumlah sampah
Dari seluruh sampah yang ada, lebih dari 55% nya adalah sampah organik. Jika kita memilah sampah dan mengolah sampah organik itu menjadi kompos, maka jumlah sampah yang ada di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) pun akan berkurang setengahnya.
Nah, Teman-teman, sekarang kamu sudah tahu, kan, kenapa kita harus memilah sampah sebelum dibuang? Jadi, mari kita lakukan kebiasaan baik itu mulai dari sekarang. Semua demi Indonesia yang bebas sampah!
Teman-teman mungkin pernah melihat tempat sampah warna-warni di taman atau tempat umum lainnya. Tempat sampah warna-warni itu punya fungsi yang berbeda-beda, lo! Kita kenali fungsinya satu per satu, yuk!
Warna Merah
Tempat sampah berwarna merah digunakan untuk menampung sampah B3 (Barang Berbahaya dan Beracun). Sampah B3 itu contohnya sampah baterai bekas, sampah bekas tinta, sampah bekas obat nyamuk, dan sampah lain yang mengandung zat kimia berbahaya.
Warna Kuning
Kalau tempat sampah yang warna kuning digunakan untuk menampung sampah anorganik. Botol minum plastik/kaca, kaleng bekas minuman, dan sampah plastik/kantong keresek adalah contoh dari sampah anorganik.
Hijau
Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk menampung sampah organik. Sampah organik itu ada banyak, misalnya makanan sisa, makanan kadaluarsa, daun dan ranting pohon yang berserakan juga masuk ke dalam sampah organik.
Biru
Kalau tempat sampah yang berwarna biru digunakan untuk menampung sampah kertas. Sampah kertas juga banyak jenisnya, lo! Ada buku bekas, kertas bekas bungkus makanan, kardus bekas, dan masih banyak lagi. Pokoknya, semua yang terbuat dari kertas dibuang di sini.
Abu-Abu
Tempat sampah yang berwarna abu-abu biasanya digunakan untuk menampung sampah residu atau ampas. Misalnya, sampah popok bekas dan sampah permen karet.

Persiapan menjelang PTS


Tahun ajaran 2019/2020 sudah berjalan kurang lebih selama dua bulan. Beberapa pekan ini sudah mulai perispan pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) 1. Sudahkan kalian mempersiapkan diri untuk menghadapinya?

Siap atau tidak siap, kalian memang harus siap.
Apa saja yang harus kalian siapkan?

Pertama, Materi muatan pelajaran. Periksa apakah ada catatan dan materi yang belum dikuasai.
Kedua, Kisi-kisi PTS. Pelajari kisi-kisi agar lebih fokus dalam mempelajari materi.
Ketiga, Jaga kesehatan. Menjaga kesehatan sangat dibutuhkan agar badan kalian tidak letih saat PTS. Jangan sampai karena lelah belajar, malah tidak bisa mengikuti PTS karena sakit.
Keempat, Berdoa. Jangan lupa memohon kepada Alloh SWT agar dimudahkan dalam PTS.
Kelima, tetap mengaji dan menghapal Alquran. Selalu sediakan waktu untuk selalu membaca Alquran dan murojaah.
Keenam, memohon doa kepada orangtua, agar PTS berjalan lancar tanpa halangan.

semoga kalian bisa menghadapi PTS dengan lancar. TErima kasih.
Tag : ,

Merekam Presentasi VCT batch 5

Selamat Siang!
Alhamdulillah siang hari ini saya telah menyelesaikan salah satu tugas VCT batch 5 berupa merekam presentasi menggunakan fastone. Presentasi singkat ini saya lakukan selama 5 menit saja. Semoga bisa dinikmati, walaupun dengan suara yang parau, struktur kalimat berlepotan.
berikut ini rekaman video di youtube.


Review Konten Rumah Belajar menggunakan Speech to Text dan Text to Speech bagian 2


Konten berjudul Tanah, Air, Bumi IPA yang ditulis oleh Deni Ranoputri. https://belajar.kemdikbud.go.id/KaryaGuru/Repositorys/tanah_air/

Selamat Pagi, Bapak Ibu guru dan para pemirsa yang berbahagia. Pada kesempatan yang baik ini, saya akan mereview sebuah konten rumah belajar yang beralamat di www.belajar.kemdikbud.go.id

Konten yang akan saya review ini merupakan karya guru yang berjudul Tanah, Air, Bumi IPA yang ditulis oleh Deni Ranoputri. https://belajar.kemdikbud.go.id/KaryaGuru/Repositorys/tanah_air/
Langsung saja ketika konten ini diklik, kita akan mendapatkan tampilan video flash interaktif. 
Materi yang ditampilkan pada menu Tanah antara lain jenis tanah, sifat tanah.

Pada menu Air, kita akan mendapatkan informasi mengenai siklus air, manfaat air, cara menjaga kelestarian air.

Materi ini cocok untuk memperoleh materi penunjang pada tema sumber daya alam, lingkungan.
Kelemahannya adalah :
1. Harus menginstal flash.
2. Video terlalu berat untuk diunduh.
3. Tidak ada menu latihan soal.
4. Tampilan terlalu kecil sehingga tulisan dan gambar nampak kecil.
5. Suara musik yang keras dengan tempo yang cepat, justru mengganggu konsentrasi.

Saran saya :
1. Materi dibuat menjadi ppt yang lebih ringan, dan tidak memberatkan saat diunduh.
2. Suara dan narasi ditampilkan agar memudahkan memahami materi.
Demikianlah bapak ibu semua, sedikit review yang saya sajikan pada kesempatan ini. Mohon maaf kepada ibu pemilik dan pembuat materi apabila terlalu banyak kritik dan saran. Semoga anda semakin berkarya dan berkiprah lagi mengisi rumah belajar dan mengispirasi guru lain di Indonesia. Mari berkarya. Guru mulia karena karya.

Tulisan ini merupakan hasil dari speech to text yang ada pada docs.google.com dan berikut video pembuatannya.


Adapun text to speech yang saya buat, ada pada video berikut ini :




atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

review konten kedua
 
tampilan konten rumah belajar
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai konten rumah belajar pada materi bagian dan fungsi pada hewan. materi ini adalah materi kelas 4 semester 1. ada beberapa hal yang akan saya review. Lihat https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampi1/Bagian-dan-Fungsi-Hewan-2016/story_html5.html
Materi ini saya buat menggunakan Spesch to text yang ada pada docs.google.com
Yang pertama, isi materi ini terlalu sederhana, hanya memberi contoh pada burung, bagian burung mulai kepala kaki ekor sayap dan paruh. menurut saya hal ini masih kurang karena jika di kelas 4, seharusnya materi sudah mengenai pada bagian tubuh fungsi secara lengkap. Perlu dilengkapi pula perbedaan-perbedaan yang ada, misalnya paruh pada burung pemakan biji bijian akan berbeda dengan cakar cakar pada hewan pemakan daging, berbeda dengan hewan pemakan biji-bijian.
Yang kedua, contoh yang disajikan hanya jenis hewan unggas, perlu juga ditambahkan hewan mamalia yang bagian tubuhnya lebih kompleks.
Kelebihan dari materi ini adalah, mudah dipahami, jelas penyajiannya.
Semoga pembuat konten berikutnya bisa menyajikan yang lebih detail, namun mudah dan jelas dipahami.
demikian 1 review saya, pada kesempatan kali ini. Saya ucapkan ini terima kasih.
Berikut ini link video speech to text yang saya buat.


https://www.youtube.com/watch?v=vLyLpHkFX4M&t=6s

berikut ini link text to speech yang saya buat menggunakan ttsreader




Review konten Rumah Belajar menggunakan STT dan TTS


tampilan konten rumah belajar
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai konten rumah belajar pada materi bagian dan fungsi pada hewan. materi ini adalah materi kelas 4 semester 1. ada beberapa hal yang akan saya review. Lihat https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampi1/Bagian-dan-Fungsi-Hewan-2016/story_html5.html
Materi ini saya buat menggunakan Spesch to text yang ada pada docs.google.com
Yang pertama, isi materi ini terlalu sederhana, hanya memberi contoh pada burung, bagian burung mulai kepala kaki ekor sayap dan paruh. menurut saya hal ini masih kurang karena jika di kelas 4, seharusnya materi sudah mengenai pada bagian tubuh fungsi secara lengkap. Perlu dilengkapi pula perbedaan-perbedaan yang ada, misalnya paruh pada burung pemakan biji bijian akan berbeda dengan cakar cakar pada hewan pemakan daging, berbeda dengan hewan pemakan biji-bijian.
Yang kedua, contoh yang disajikan hanya jenis hewan unggas, perlu juga ditambahkan hewan mamalia yang bagian tubuhnya lebih kompleks.
Kelebihan dari materi ini adalah, mudah dipahami, jelas penyajiannya.
Semoga pembuat konten berikutnya bisa menyajikan yang lebih detail, namun mudah dan jelas dipahami.
demikian 1 review saya, pada kesempatan kali ini. Saya ucapkan ini terima kasih.
Berikut ini link video speech to text yang saya buat.


https://www.youtube.com/watch?v=vLyLpHkFX4M&t=6s

berikut ini link text to speech yang saya buat menggunakan ttsreader




konten kedua
Konten berjudul Tanah, Air, Bumi IPA yang ditulis oleh Deni Ranoputri. https://belajar.kemdikbud.go.id/KaryaGuru/Repositorys/tanah_air/

Selamat Pagi, Bapak Ibu guru dan para pemirsa yang berbahagia. Pada kesempatan yang baik ini, saya akan mereview sebuah konten rumah belajar yang beralamat di www.belajar.kemdikbud.go.id

Konten yang akan saya review ini merupakan karya guru yang berjudul Tanah, Air, Bumi IPA yang ditulis oleh Deni Ranoputri. https://belajar.kemdikbud.go.id/KaryaGuru/Repositorys/tanah_air/
Langsung saja ketika konten ini diklik, kita akan mendapatkan tampilan video flash interaktif. 
Materi yang ditampilkan pada menu Tanah antara lain jenis tanah, sifat tanah.

Pada menu Air, kita akan mendapatkan informasi mengenai siklus air, manfaat air, cara menjaga kelestarian air.

Materi ini cocok untuk memperoleh materi penunjang pada tema sumber daya alam, lingkungan.
Kelemahannya adalah :
1. Harus menginstal flash.
2. Video terlalu berat untuk diunduh.
3. Tidak ada menu latihan soal.
4. Tampilan terlalu kecil sehingga tulisan dan gambar nampak kecil.
5. Suara musik yang keras dengan tempo yang cepat, justru mengganggu konsentrasi.

Saran saya :
1. Materi dibuat menjadi ppt yang lebih ringan, dan tidak memberatkan saat diunduh.
2. Suara dan narasi ditampilkan agar memudahkan memahami materi.
Demikianlah bapak ibu semua, sedikit review yang saya sajikan pada kesempatan ini. Mohon maaf kepada ibu pemilik dan pembuat materi apabila terlalu banyak kritik dan saran. Semoga anda semakin berkarya dan berkiprah lagi mengisi rumah belajar dan mengispirasi guru lain di Indonesia. Mari berkarya. Guru mulia karena karya.

Tulisan ini merupakan hasil dari speech to text yang ada pada docs.google.com dan berikut video pembuatannya.


Adapun text to speech yang saya buat, ada pada video berikut ini :




atas perhatiannya diucapkan terima kasih.






- Copyright © budipunya - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -