Senin, 05 Oktober 2015

Sugih tanpa banda

Bak mendapat durian runtuh.
Begitulah kira-kira rasanya. Pada tanggal 25 Agustus 2015, dilaksanakan hibah buku untuk menyambut hari baca internasional. Setiap siswa wajib membawa minimal satu buku untuk membuat pojok baca di kelas. Terhitung hampir 40 buku terkumpul dari kelas 3D.
Terdapat banyak ragam buku yang dikumpulkan. Mulai dari kisah nabi, cerita,dongeng, hingga pengetahuan populer. Betapa riangnya mereka bisa berbagi baca buku.
Ada satu buku yang selama ini saya cari, buku nya Prof. Umar Kayam. Sugih tanpa banda. Buku tersebut terasa ringan tapi dalam makna.
Membaca buku tersebut, seakan berdiri di depan perpustakaan sambil membaca Kedaulatan Rakyat.