Selasa, 26 Mei 2015

Jadwal UAS 2


Semangat pagi, sudahkah kalian siap menghadapi Ulangan Akhir Semester 2? Yeach, semoga kalian siap menghadapinya. Berikut ini disampaikan jadwal UAS yang perlu kalian ketahui.

Jumat, 22 Mei 2015

Kisi-kisi Ulangan Akhir Semester 2

Tak terasa, waktu berlalu dengan cepatnya. Sebentar lagi Ulangan Akhir Semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 akan segera dilaksanakan. Kalian tentu berharap agar tahun ini bisa naik kelas. Nhah, untuk lebih mempersiapkan diri, berikut ini akan disampaikan kisi-kisi Ulangan Akhir Semester 2 Kelas III.
silahkan disimak


NO
MAPEL
MATERI
1
Pendidikan Agama Islam
QS Al Qoriah, Al Adiyat, AL Zalzalah
Tauhid (Uluhiyah, Rububiyah, Mulkiyah)
Akhlaq terpuji (belajar, ibadah, kerja keras)
Ibadah, ketentuan dalam shalat
Tarikh, budaya Islam (pokok ajaran Islam)
Kemuhammadiyahan, dasar-dasar pendidikan Muhammadiyah
2
Pendidikan Kewarganegaraan
Harga diri, kekhasan Bangsa Indonesia (Kebhinnekaan dan keragaman budaya, Kekayaan alam, gotong royong)
Sikap Bangga sebagai anak Indonesia
3
Bahasa Indonesia
Tanggapan, Drama, Percakapan telepon, Menceritakan peristiwa teman, Membaca intensif, Membaca dan menulis puisi, Gambar seri (karangan)
4
Ilmu Pengetahuan Alam
Gerak Benda, Energi, Bentuk permukaan bumi, Cuaca, Sumber Daya Alam
5
Matematika
Pecahan (Mengenal pembilang dan penyebut pecahan, membandingkan dengan gambar, garis bilangan, perkalian silang, menuliskan lambang pecahan dari gambar yang disediakan, soal cerita tentang pecahan)
Mengenal bagian-bagian sudut (nama, kaki, titik sudut, jenis-jenis sudut berdasarkan besarnya, jarak putaran)
Sifat bangun datar segitiga persegi panjang, luas, keliling, mencari panjang/lebar)
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
Jenis pekerjaan, Semangat kerja, Jual beli, Uang, Mengelola uang
7
Bahasa Jawa
Kadadeyan, Dolanan, Tetani
8
Bahasa Inggris
Hobbies, Fruits, Subjects, Pets Animal, Do something
9
Teknologi informasi dan Komunikasi
Mengatur paragraf dalam dokumen
Memasukkan gambar ke dalam dokumen
Membuat dokumen bervariasi
10
Seni Budaya dan Ketrampilan
Kreasi lampu sederhana

Kamis, 21 Mei 2015

Evaluasi Pembelajaran, asesmen dan Ujian Negara

Alhamdulillah, Senin hingga Rabu kemarin (18-20 Mei 2015) murid-murid jenjang Sekolah Dasar telah melaksanakan Ujian Nasional (walaupun disebut juga dengan Ujian Sekolah) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada hari ini hingga sabtu, murid-murid masih melaksanakan ujian sekolah untuk mata pelajaran Agama, IPS, PKn, dan muatan lokal.
Pada publikasi berikut, akan saya tuliskan beberapa pertanyaan dan jawaban yang terkait dengan Evaluasi Pembelajaran. Ini merupakan tugas tutorial mata kuliah Evaluasi Pembelajaran di SD pada program PGSD Universitas Terbuka.


1.        Apa yang kamu ketahui tentang asesmen alternatif? Dan tunjukkan kelebihannya terhadap asesmen tradisional!
Jawab :
Asesmen alternatif merupakan suatu bentuk asesmen yang merupakan alternatif dari asesmen tradisional. Bila asesmen tradisional hanya mengandalkan tes tertulis dan menilai ranah kognitif saja, maka asesmen alternatif menilai hasil belajar siswa ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik serta penilaian selama proses pembelajaran berlangsung. Alat ukur yang digunakan dalam asesmen alternatif tidak hanya berupa tes tertulis tetapi juga menggunakan alat ukur non tes yang berupa penyelesaian tugas-tugas, lembar pengamatan selama proses pembelajaran dan lembar penilain (rubrik).
Kelebihan asesmen alternatif :
·      Dapat menilai hasil belajar yang kompleks dan keterampilan-keterampilan yang tidak dapat dinilai dengan asesmen tradisional.
·      Menyajikan hasil penilaian yang lebih hakiki, langsung, dan lengkap, karena semua ranah diukur baik kognitif, afektif maupun psikomotorik.
·      Meningkatkan motivasi siswa, karena siswa mengetahui apa yang akan dilakukan dan persyaratan apa yang harus dipenuhi agar nilai yang diinginkan dapat tercapai.
·      Mendorong pembelajaran dalam situasi yang nyata, karena siswa melakukan unjuk kerja dalam situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
·      Memberi kesempatan kepada siswa untuk self evaluation (evaluasi diri)
·      Membantu guru untuk menilai efektifitas pembelajaran yang telah dilakukan.
·      Meningkatkan daya transferabilitas hasil belajar.
    
2.        Bagaimana anda menilai portofolio siswa?
Jawab :
·      Guru dan siswa berdiskusi membuat kesepakatan kriteria penilaian di awal pembelajaran. Penilaian yang dilakukan tidak hanya pada hasil tes saja tapi juga hasil dari keseluruhan proses pembelajaran, baik di sekolah maupun masukan yang berdasar dari orang tua atau orang lain yang memahami kemampuan siswa.
·      Dalam penilaian guru harus melaksanakan kriteria penilaian yang sudah disepakati dengan siswa dengan konsisten.
·      Hasil penilaian selanjutnya digunakan sebagai penentuan tujuan pembelajaran berikutnya.
·      Penilaian dalam asesmen portofolio dilaksanakan secara terus menerus atau berkesinambungan.
·      Hasil karya siswa dikumpulkan dan disusun secara sistematis.
·      Setiap satu minggu/dua minggu sekali, guru dan siswa mereview karya siswa kemudian siswa memperbaikinya.
·      Setelah guru dan siswa menyeleksi hasil perbaikan pekerjaan, portofolio disimpan dalam folder sebagai bukti akhir pencapaian hasil belajar siswa.   

3.        Pembelajaran yang terjadi pada saat ini kurang memperhatikan pengembangan ranah afektif. Analisislah dampak yang terjadi dari pembelajaran tersebut!
Jawab :
Semua elemen yang terlibat dalam pendidikan tentu mengetahui pentingnya ranah afektif. Dari pembuat kebijakan sampai pelaksana kebijakan (guru)  menyadari akan pentingnya ranah afektif. Namun, kesadaran ini hanya sebatas menyadari saja, belum ada tindakan nyata untuk meningkatkan ranah afektif dalam pembelajaran.
Sebagai pembuat kebijakan kalau memang benar-benar menyadari ranah afektif sangatlah penting, mengapa jam tatap muka pelajaran agama masih sangat sedikit (hanya dua jam dalam satu minggu). Langkah nyata pembuat kebijakan mengenai ranah afektif dengan cara menambah jam tatap muka mata pelajaran agama. Kepala Sekolah beserta guru sebagai Tim Pengembang kurikulum di sekolah masing-masing seharusnya bisa mengembangkan kurikulum yang mengutamakan ranah afektif dibandingkan ranah kognitif dan psikomotor.
Beberapa dampak akibat masih lemahnya pengembangan ranah afektif :
a.      Tindakan kekerasan yang terjadi di masyarakat disebabkan pengetahuan tentang nilai agama di sekolah hanya pada taraf transfer ilmu dan tidak diperdalam pada pengembangan ranah afektif dan psikomotorik. Yang semestinya pengetahuan tersebut menjadi nilai, ternyata hanya sebatas ilmu saja.
b.      Maraknya korupsi, narkoba, dan praktek prostitusi mencerminkan gagalnya pendidikan agama dan moral. Hal ini diperkuat dari fakta yang ada, ketika orang tua akan cemas apabila nilai pelajaran eksak anaknya jelek. Tapi mereka (orang tua) atau bahkan gurupun kurang memperdulikan bagaimana siswa bergaul, berperilaku atau bertutur kata. Orang tua bangga bila nilai rapot anaknya bagus, tapi mereka tidak memperdulikan proses pencapaiannya. Akhirnya sekarang banyak siswa bahkan orang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, walaupun itu bertentangan dengan hati nurani, hukum, maupun aturan agama.
c.       Sekolah sebagai lembaga formal, merasa ketakutan apabila ada siswanya gagal LULUS Ujian Akhir, akhirnya mereka berbuat curang dengan memberi jawaban pada siswa. Hal ini menjadi sebuah keprihatinan dimana lembaga yang  harusnya mengajari MORAL BAIK justru menelikung dan mendidik siswanya menghalalkan cara yang tidak bermoral.


4.        Bagaimana cara meminimalisir pengaruh unsur subjektif dalam pemeriksaan tes uraian?
Jawab :
a.      Jawaban siswa diperiksa oleh dua orang pemeriksa yang masing-masing bekerja sendiri-sendiri. Sebelum memeriksa, kedua pemeriksa membuat kesepakatan untuk menyamakan persepsi. Melakukan uji coba pemeriksaan jawaban siswa
b.      Pemeriksa harus menentukan pedoman penskoran yaitu dengan cara:
ü  Tulis jawaban terbaik pada setiap pertanyaan. Bila ada jawaban lain, maka jawaban tersebut harus ditulis.
ü  Tandai butir, kata kunci, atau konsep yang harus muncul pada jawaban tersebut
ü  Beri skor pada setiap butir, kata kunci, atau konsep yang harus muncul pada jawaban tersebut
ü  Butir, kata kunci, atau konsep yang lebih penting dapat diberi skor yang lebih dari yang lain
c.       Periksalah hasil tes uraian siswa dengan menutup namanya.
d.      Untuk menghindari kesalahan dalam pemeriksaan maka kita sebagai pemeriksa segera beristirahat bila dirasa lelah. Karena bila kita teruskan takutnya kita tidak konsisten pada penilaian tes uraian.
e.      Periksalah jawaban no 1 sampai butir soal terakhir pada hasil tes keseluruhan siswa untuk menghindari efek bawaan, baru dilanjutkan mengoreksi nomor 2 untuk semua siswa dan seterusnya.
5.        Jelaskan pendapat anda bahwa ujian negara memberikan kontribusi pada pemerataan kualitas!
Jawab :
Ujian negera merupakan salah satu cara untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa seluruh nusantara. Untuk mengetahuinya maka alat tes yang digunakan harus sama. Sehingga akan jelas perbandingan hasil belajar siswa satu dengan siswa lainnya dalam satu sekolah atau antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lainnya. 
Sebagai contoh, nilai rata-rata Matematika di sekolah A lebih baik dari sekolah B. Kepala sekolah, guru, dan pengawas pasti akan menganalisis penyebab fakta tersebut. Dan bila telah ditemukan hal ini akan menjadi acuan peningkatan mutu pendidikan dengan memperbaiki pembelajaran, fasilitas, dan tenaga pendidik. Sehingga diharapakan pada tahun yang akan datang nilai matematika di sekolah B bisa meningkat. Inilah maksud Ujian Negara dilakukan sebagai sarana pemerataan kualitas hasil belajar.