Kamis, 07 Juli 2011

masalah

masalah itu takkan melebihi kemampuanmu untuk memikulnya.
ayo sahabat, selesaikan semuanya. untuk itulah kamu ada di sini.

@TweetHebat

Senin, 04 Juli 2011

once upon a time

once upon a time
when the skies was cover with blue
once upon a time when the sunlight smilling too

we're just common people with the ordinary look
we're just common people with the ordinary look

and... once upon a time
when i felt in love with you

--mocca--
mengenang kamar biru di jenaka-kost
pogung kidul sia xvi/vi/11 sinduadi, mlati, sleman, diy.
bang mamad badminton, juned LIA, bambang BOLA, udin TEKIM, tri SEPEDA, priya MARCHING BAND, tauzian SINETRON, zainul DAYAK, zaenal PENELITI, adi MUKRI, khidir MESIN, erfan NUKLIR, beni CENAYANG, eka indra M.Akt, bayu dokter CABUL, ni'am RENDAM CUCIAN, kholis sang SEO, 

panik

pagi tadi saya mencoba menghapus partisi hardisk di windows 7 dengan menggunakan epm, tool pemartisi gratisan. perlu diketahui, saya menggunakan dual OS, yaitu windows 7 dan Ubuntu.
setelah berhasil menghapus partisi, program minta di restart, dan dari sinilah hal-hal yang tidak saya inginkan terjadi.
pas booting.... tidak bisa, karena harus melewati GRUB nya ubuntu, sehingga saya tidak bisa masuk ke UBUNTU  ataupun Windows 7.
beruntung saja saya masih punya kabel USB to IDE, untuk menghubungkan CDRW saya ke dalam netbook.
saya kemudian booting menggunakan UBUNTU 10.04 Live CD, kemudian mencoba konek ke google menggunakan HUAWEI e160, akhirnya ketemu caranya.
sebelum melakukan langkah selanjutnya, saya mencari *.iso ubuntu 11.04 untuk saya buat ufd live usb.
setelah selesai, saya kemudian berpikir, kalo langsung saya "repair", jangan2 MBR windows7 tidak kedetek alias tidak kebaca di GRUB. saya masih cari2 artikel yang menjamin bahwa MBR windows7 tidak hilang, akhirnya ketemu di situs ini.

....kelamaan ceritanya...
singkatnya begini :

1. Siapkan CD Ubuntu 11.04, pake live usb juga boleh deh,,
2. setting pengaturan Booting nya di BIOS.. kalo pake CD ya pilih booting awal dengan CD, klo dari flash disk ya pilih booting dari ufd.
3. Selanjutnya tunggu sampai pada layar Ada pilihan Boot Ubuntu muncul, Pilih Try Ubuntu..
4. Setelah masuk pada tampilan Desktop Ubuntu, buka Terminal , atau tekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F2
5. Cek partisi Linux Anda dengan menggetikkan perintah : sudo fdisk -l
6. Setelah anda menggetahui partisi Linuxnya, seperti pada laptop saya terdapat 2 partisi sda5 Mount ( / ) dan sda6 Mount (/home), saya pilih Bootloader sda5 karena sda5 merupakan system dari ubuntu, sedangkan sda6 untuk menyimpan file – file dokument. Kemudian lakukan mounting sebagai berikut :
sudo mount -t ext4 /dev/sda5 /mnt
sudo mount -t proc proc /mnt/proc
sudo mount -t sysfs sys /mnt/sys
sudo mount -o bind /dev/ /mnt/dev
sudo chroot /mnt/ /bin/bash
7. sekarang kita akan mengembalikan GRUB ke MBR, perintahnya :
grub-install /dev/sda
ntar muncul pesan seperti ini..
Installation finished. No error reported.
This is the contents of the device map /boot/grub/device.map.
Check if this is correct or not. If any of the lines is incorrect,
fix it and re-run the script `grub-install
(hd0) /dev/sda
(hd1) /dev/sdb
8.sekarang kita akan mengembalikan kedalam partisi Linuxnya, Dalam contoh ini Partisi linux saya berada pada partisi sda5, perintahnya :
grub-install /dev/sda5
Hasilnya muncul pesan seperti ini:
grub-setup: warn: Attempting to install GRUB to a partition instead of the MBR. This is a BAD idea.
grub-setup: warn: Embedding is not possible. GRUB can only be installed in this setup by using blocklists. However, blocklists are UNRELIABLE and its use is discouraged.
Installation finished. No error reported.
This is the contents of the device map /boot/grub/device.map.
Check if this is correct or not. If any of the lines is incorrect,
fix it and re-run the script `grub-install
(hd0) /dev/sda
(hd1) /dev/sdb
9. Ketik update-grub. Hasilnya seperti di bawah ini:
Generating grub.cfg …
Found linux image: /boot/vmlinuz-2.6.31-14-generic
Found initrd image: /boot/initrd.img-2.6.31-14-generic
Found memtest86+ image: /boot/memtest86+.bin
Found Microsoft Windows 7 Loader on /dev/sda1
done
PS: Tip ini penting untuk mencegah kasus Windows yang tidak bisa booting dan selalu muncul pesan error: no such device, meski tampil (dan bisa dipilih) pada menu bootloader.
10. Sekarang ketik reboot untuk merestart komputer. Hasilnya, bootloader akan kembali seperti semula.
11. Jangan lupa mengeluarkan LiveCD Ubuntu atau Flashdisk (berisi OS Ubuntu) yang dipakai untuk booting tadi. Jika tidak, komputer akan booting lagi dari CD/Flashdisk.
nah setelah di reboot kadang windows belum muncul. tenang saja, masuk kembali ke linux kalian, (berdasar yang saya alami) lalu buka terminal di Linux kemudian ketik perintah di terminal
update-grub
lalu akan muncul update grub kalian. tutup terminal, reboot kembali komputer Anda dan di grub pilihan akan muncul Windows.
Selamat Mencoba  :D

Senin, 27 Juni 2011

pikiran

kita tidak selalu dapat mengendalikan pikiran, tetapi kita dapat mengendalikan kata-kata, dan melalui latihan kita akan mempengaruhi pikiran bawah sadar kita, dan menjadi penguasa dari situasi yang ada

(horence scoril shinn)

Sabtu, 28 Mei 2011

pendidikan

Pendidikan tidak akan terjadi apabila anda mempelajari sesuatu yang tidak anda ketahui sebelumnya. Pendidikan adalah kemampuan anda untuk menggunakan apa yang sudah anda pelajari guna menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.
IYANLA VANZANT

Kamis, 12 Mei 2011

Install Libre Office di Linux

 Pemula Linux  12/01/2011 (disalin dari http://andy.web.id/install-libre-office-di-linux.php)

Kira-kira semester pertama tahun lalu, saat muncul Ubuntu 10.04, pengguna OpenOfficemungkin tidak terkejut ketika mengetahui bahwa pembuka aplikasi itu tidak lagi berwarna biru khas Sun Microsystem melainkan jingga warna khas Oracle. Itu karena aplikasi perkantoran itu sudah diakuisisi oleh Oracle.
Waktu itu ada beberapa distro yang tertinggal mengikuti versi terbaru, misalnya Linux Mint 9 Isadora yang masih menggunakan OpenOffice dari Sun.
Setelah beberapa waktu dipegang Oracle, ada kelebihan dan ada kekurangan, sayangnya justru menimbulkan ketidakpuasan di kalangan open source.  Oleh karena itu, pengembang OpenOffice memutuskan berpisah dengan Oracle, dan membentuk kelompok sendiri dengan nama The Document Foundation (TDF) –silahkan simak berita di sini, atau menuju situs resminya di sana!–.
Sejak tahun lalu seiring dengan rilis Ubuntu 10.10, saya sudah mendengar  kabar rilis LibreOffice, namun setelah mendengar kicauan Andri Nawawi kemarin, barulah saya mencoba LibreOffice.
Aplikasi Perkantoran ini multi platform. Bisa dipasang di Windows, Linux, dan MacOS. Di Linux, memasang LibreOffice untuk menggantikan OpenOffice di LinuxMint 10 Julia yang sekarang saya gunakan ternyata sangat mudah. Cukup menggunakan empat langkah di terminal: (cara ini similar di Ubuntu dan turunannya, juga keluarga Debian lainnya)
  1. $ sudo apt-get purge openoffice*.*
  2. $ sudo add-apt-repository ppa:libreoffice/ppa
  3. $ sudo apt-get update
  4. $ sudo apt-get install libreoffice
Untuk pengguna desktop GNOME, bisa juga menggunakan $ sudo apt-get install libreoffice-gnome sedangkan untuk pengguna desktop KDE $ sudo apt-get install libreoffice-kde.
Bagi pengguna Linux yang kebetulan menggunakan distro Linux selain keluarga Debian, cukup menggunakan unduhan dari di situs resmi The Document Foundation yang tersedia dalam format RPM terkompresi.
Install selesai….  Dan saya pun mencoba menggunakan LibreOffice untuk urusan ketik-mengetik, namun sampai saat ini ternyata saya belum menemukan hal yang berbeda. Semua berasa sama sehingga urusan kerjaan pun sama sekali tak terganggu.
Yeach… setidaknya penggantian aplikasi yang saya lakukan ini sudah ikut mendukung pengembangan opensource yang dikembangkan komunitas tanpa tergantung pihak manapun.

Install Libre Office di Linux

 Pemula Linux  12/01/2011 (disalin dari http://andy.web.id/install-libre-office-di-linux.php)

Kira-kira semester pertama tahun lalu, saat muncul Ubuntu 10.04, pengguna OpenOfficemungkin tidak terkejut ketika mengetahui bahwa pembuka aplikasi itu tidak lagi berwarna biru khas Sun Microsystem melainkan jingga warna khas Oracle. Itu karena aplikasi perkantoran itu sudah diakuisisi oleh Oracle.
Waktu itu ada beberapa distro yang tertinggal mengikuti versi terbaru, misalnya Linux Mint 9 Isadora yang masih menggunakan OpenOffice dari Sun.
Setelah beberapa waktu dipegang Oracle, ada kelebihan dan ada kekurangan, sayangnya justru menimbulkan ketidakpuasan di kalangan open source.  Oleh karena itu, pengembang OpenOffice memutuskan berpisah dengan Oracle, dan membentuk kelompok sendiri dengan nama The Document Foundation (TDF) –silahkan simak berita di sini, atau menuju situs resminya di sana!–.
Sejak tahun lalu seiring dengan rilis Ubuntu 10.10, saya sudah mendengar  kabar rilis LibreOffice, namun setelah mendengar kicauan Andri Nawawi kemarin, barulah saya mencoba LibreOffice.
Aplikasi Perkantoran ini multi platform. Bisa dipasang di Windows, Linux, dan MacOS. Di Linux, memasang LibreOffice untuk menggantikan OpenOffice di LinuxMint 10 Julia yang sekarang saya gunakan ternyata sangat mudah. Cukup menggunakan empat langkah di terminal: (cara ini similar di Ubuntu dan turunannya, juga keluarga Debian lainnya)
  1. $ sudo apt-get purge openoffice*.*
  2. $ sudo add-apt-repository ppa:libreoffice/ppa
  3. $ sudo apt-get update
  4. $ sudo apt-get install libreoffice
Untuk pengguna desktop GNOME, bisa juga menggunakan $ sudo apt-get install libreoffice-gnome sedangkan untuk pengguna desktop KDE $ sudo apt-get install libreoffice-kde.
Bagi pengguna Linux yang kebetulan menggunakan distro Linux selain keluarga Debian, cukup menggunakan unduhan dari di situs resmi The Document Foundation yang tersedia dalam format RPM terkompresi.
Install selesai….  Dan saya pun mencoba menggunakan LibreOffice untuk urusan ketik-mengetik, namun sampai saat ini ternyata saya belum menemukan hal yang berbeda. Semua berasa sama sehingga urusan kerjaan pun sama sekali tak terganggu.
Yeach… setidaknya penggantian aplikasi yang saya lakukan ini sudah ikut mendukung pengembangan opensource yang dikembangkan komunitas tanpa tergantung pihak manapun.

Perbaikan Rapor Mutu Pendidikan

INSPIRASI CARA MEMBENAHI KUALITAS PEMBELAJARAN 1.      Kualitas Pembelajaran A.     Metode Pembelajaran Inspirasi 1          :  Kepala...