Kamis, 21 Juli 2011

rindu teman

ingatanku kembali ke tahun 1998, saat menginjakkan kaki di kost-jenaka.

kenalan dengan orang yang kini sudah menjadi seorang konsultan, mas erfan namanya. hari ini kumenemukannya di blog dia.
pertemuan terakhir di jogja di tahun 2006, saat dia sedang mengambil s2 di sekolah pascasarjana.
tahun 2010 kami bisa bertemu di wonosobo, saat dia liburan dan saya mendampingi siswa di olimpiade JSM.


ingin segera menjumpainya, ngopi NESCAFE classic, sambil mendengarkan dongengannya, hingga ku tertidur.
...

 

Rabu, 20 Juli 2011

MELEPASKAN 8 HAL DALAM HIDUP

1. Melepas tekanan
Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.
Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit, maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk kebahagiaan.Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan Anda.

2. Melepas kekhawatiran
Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras untuk mengubah apa yang Anda rasakan di dalam. Belajar untuk menerima kenyataan dengan tenang; belajar bagaimana mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengikuti sifat alam.” Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan jujur, memandang hidup dengan positif, melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan demikian, secercah cahaya akan masuk ke dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri Anda merasa bahagia.

3. Melepas pikiran ruwet
Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit dan kesedihan seseorang; dapat mengompensasi kekurangan Anda; memungkinkan Anda untuk melanjutkan perjalanan hidup tanpa rasa takut dan membantu menyadari bahwa pikiran Anda sendiri dapat melampaui gedung pencakar langit dan gunung tertinggi! Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan Anda juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.

4. Melepas rasa malas
Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang. Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah ketrampilan. Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan memungkinkan Anda untuk memiliki kehidupan yang indah.

5. Melepas sikap buruk
Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan positif. Ganti keacuhan dengan martabat, kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan, kemalasan dengan ketekunan, kerentanan dengan ketangguhan... selama Anda mau, Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.
Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, mimpi indah dapat membawa keindahan pada hidup seseorang.

6. Melepas keluhan
Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh. Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang mencegah datangnya keberhasilan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas. Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Emas murni selalu ada saatnya bersinar.
Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak menyenangkan. Jangan khawatir pada hidup, dan jangan berpikir bahwa kehidupan memperlakukan Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya, Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan orang lain.

7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya.
Mengambil tindakan cepat merupakan salah satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda dijamin akan sukses.Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda. Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-hal tersebut pergi ketika Anda harus melepasnya, Anda dapat memperoleh kebahagiaan yang benar-benar milik Anda dalam hidup ini.

8. Melepas prasangka

Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan menunjukkan ruang.
Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir orang lain, Anda benar-benar membuat ruang bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang penuh toleransi, manusia dapat memainkan lagu kehidupan yang harmonis.
Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit. Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat. Bukan hanya kita yang menginginkan kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin mereka semua merasakan kebahagiaan kita. Sukacita berbagi kegembiraan melampaui sukacita dalam memiliki.

SUMBER:epochtimes.co.id
disalin dari www.inspirasipagi.blogspot.com

10 Perbedaan Boss dan Pemimpin

Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

Seorang BOS mengatakan “saya”.
Seorang PEMIMPIN mengatakan “kita”

Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh.

Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

INGAT. SEORANG BOS BERKATA, “PERGI!”
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, “AYO PERGI”

SUMBER: Jimmi Wiwanto - kisahinspiratif.com
disalin dari www.inspirasipagi.blogspot.com

Belajar dan Prasangka Baik untuk Menjadi Pintar

Mengapa di dunia ini banyak orang yang sukses namun banyak juga orang yang selalu gagal dalam hidupnya? Kita semua terlahir dari titik kehidupan yang sama, titik di mana kita tidak mengetahui dan tidak dapat melakukan apapun selain menangis. Titik itu adalah titik dimana kita dilahirkan ke dunia ini. Seharusnya, apabila kita terlahir dari titik yang sama yaitu ketidaktahuan maka di usia dewasa manusia akan memiliki pengetahuan yang sama pula. Namun pada kenyataannya pengetahuan tiap manusia berbeda beda, banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan seseorang sehingga menentukan nasibnya di masa depan.

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam perkembangan hidup adalah proses BELAJAR. Bagaimana seseorang memahami kondisi lingkungan dalam kehidupannya. Proses take and give akan memberikan suatu proses pembelajaran yang lebih baik bagi kita. Dengan membuka wawasaan, indera, pengamatan terhadap semua yang terjadi di lingkungannya, maka seseorang akan memiliki pengetahuan lebih dari yang lainnya. Pengetahuan didapat bukan hanya dari bangku sekolah saja. Pengetahuan yang paling penting adalah pengetahuan dalam kemasyarakatan. Mau belajar terhadap orang lain untuk mendapakan cerita mengenai pengalaman hidupnya akan membuat kita seolah-olah memiliki pengalaman seperti orang itu.

Dalam proses pembelajaran mengenai kehidupan, syarat mutlak yang harus dilakukan adalah berprasangka baik terhadap apapun. Untuk menjadi seorang penjual handal, kita harus mengetahui bagaimana caranya untuk menjual barang dan untuk mengetahui bagaimana cara menjual barang, maka kita harus belajar pada seseorang yang telah menjadi penjual yang handal di lingkungan kita. Namun sebagaimana dirasakan banyak orang, pada tahap tidak mengetahui apapun tentang penjualan seseorang akan merasa minder untuk berbicara kepada orang yang telah ahli dalam penjualan sehingga proses belajar akan terganggu. Kebanyakan orang akan bertanya terhadap dirinya, "Mungkin si penjual handal akan meremehkan saya dan tidak memandang saya." Atau, "Wah, nanti saya pasti ditertawakan oleh si penjual handal!" Prasangka buruk inilah yang harus dilawan menjadi prasangka-prasangka baik.

Kawan....Ketahuilah bahwa kemampuan seseorang untuk belajar mengenai kehidupan akan berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan seseorang menghadapi masalah.Kemampuan belajar inilah yang akhirnya membuat perbedaan perjalanan tiap manusia. Karena masa depan kita ditentukan oleh siapa saja yang ada di sekeliling kita dan buku apa saja yang kita baca pada hari ini. Perubahan sekecil apapun pada hari ini apabila dilakukan terus menerus akan memberikan perubahan besar di masa depan.


SUMBER; Firman Erry Probo - andriewongso.com disalin dari inspirasipagi.blogspot.com

Senin, 18 Juli 2011

waktu kan menjawab

warna

usahlah bertanya
aku memang sayang
hanyalah namamu
terpatri dihatiku

janganlah gelisah
aku sungguh cinta
hanya disampingmu
ingin kubersama kasih
hingga langit memudar
pucat tak lagi berawan
hingga akhir dunia

biarkan hari berselang malam
seribu kelam berganti terang
waktu kan menjawab
hanya dirimu satu cintaku

usahlah bertanya
aku memang sayang
hanyalah namamu
terpatri dihatiku

janganlah gelisah
aku sungguh cinta
hanya disampingmu
ingin kubersama kasih
hingga langit memudar
pucat tak lagi berawan
hingga akhir dunia

biarkan hari berselang malam
seribu kelam berganti terang
waktu kan menjawab
hanya dirimu satu cintaku

mengapakah harus bertanya
dalamnya cintaku .....
tak aku punya jawaban
waktulah yang akan menjawab semua

biarkan hari berselang malam
seribu kelam berganti terang
waktu kan menjawab
hanya dirimu satu cintaku

Jumat, 15 Juli 2011

Sapardi Djoko Damono (tentang)


Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (lahir di Surakarta, 20 Maret 1940; umur 71 tahun) adalah seorang pujangga Indonesia terkemuka. Ia dikenal dari berbagai puisi-puisi yang menggunakan kata-kata sederhana, sehingga beberapa di antaranya sangat populer.

Masa mudanya dihabiskan di Surakarta (lulus SMP Negeri 2 Surakarta tahun 1955 dan SMA Negeri 2 Surakarta tahun 1958). Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam".

Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar.

Ia menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri.
[sunting] Karya-karya

Sajak-sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Ia tidak saja menulis puisi, namun juga cerita pendek. Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.

Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin (sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan), Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Kepopuleran puisi-puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi terhadapnya. Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana (tergabung dalam duet "Dua Ibu"). Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD.

Berikut adalah karya-karya SDD (berupa kumpulan puisi), serta beberapa esei.
[sunting] Kumpulan Puisi/Prosa

    "Duka-Mu Abadi", Bandung (1969)
    "Lelaki Tua dan Laut" (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
    "Mata Pisau" (1974)
    "Sepilihan Sajak George Seferis" (1975; terjemahan karya George Seferis)
    "Puisi Klasik Cina" (1976; terjemahan)
    "Lirik Klasik Parsi" (1977; terjemahan)
    "Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak" (1982, Pustaka Jaya)
    "Perahu Kertas" (1983)
    "Sihir Hujan" (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
    "Water Color Poems" (1986; translated by J.H. McGlynn)
    "Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (1988; translated by J.H. McGlynn)
    "Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
    "Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia" (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
    "Hujan Bulan Juni" (1994)
    "Black Magic Rain" (translated by Harry G Aveling)
    "Arloji" (1998)
    "Ayat-ayat Api" (2000)
    "Pengarang Telah Mati" (2001; kumpulan cerpen)
    "Mata Jendela" (2002)
    "Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro?" (2002)
    "Membunuh Orang Gila" (2003; kumpulan cerpen)
    "Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an - 1910an)" (2005; salah seorang penyusun)
    "Mantra Orang Jawa" (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
    "Before Dawn: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (2005; translated by J.H. McGlynn)
    "Kolam" (2009; kumpulan puisi)

Selain menerjemahkan beberapa karya Kahlil Gibran dan Jalaluddin Rumi ke dalam bahasa Indonesia, Sapardi juga menulis ulang beberapa teks klasik, seperti Babad Tanah Jawa dan manuskrip I La Galigo.
[sunting] Musikalisasi Puisi

Musikalisasi puisi karya SDD dimulai pada tahun 1987 ketika beberapa mahasiswanya membantu program Pusat Bahasa, membuat musikalisasi puisi karya beberapa penyair Indonesia, dalam upaya mengapresiasikan sastra kepada siswa SLTA. Saat itulah tercipta musikalisasi Aku Ingin oleh Ags. Arya Dipayana dan Hujan Bulan Juni oleh H. Umar Muslim. Kelak, Aku Ingin diaransemen ulang oleh Dwiki Dharmawan dan menjadi bagian dari "Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti" (1991), dibawakan oleh Ratna Octaviani.

Beberapa tahun kemudian lahirlah album "Hujan Bulan Juni" (1990) yang seluruhnya merupakan musikalisasi dari sajak-sajak Sapardi Djoko Damono. Duet Reda Gaudiamo dan Ari Malibu merupakan salah satu dari sejumlah penyanyi lain, yang adalah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Album "Hujan Dalam Komposisi" menyusul dirilis pada tahun 1996 dari komunitas yang sama.

Sebagai tindak lanjut atas banyaknya permintaan, album "Gadis Kecil" (2006) diprakarsai oleh duet Dua Ibu, yang terdiri dari Reda Gaudiamo dan Tatyana dirilis, dilanjutkan oleh album "Becoming Dew" (2007) dari duet Reda dan Ari Malibu.

Ananda Sukarlan pada Tahun Baru 2008 juga mengadakan konser kantata "Ars Amatoria" yang berisi interpretasinya atas puisi-puisi SDD serta karya beberapa penyair lain.
[sunting] Buku

    "Sastra Lisan Indonesia" (1983), ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.
    "Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan"
    "Dimensi Mistik dalam Islam" (1986), terjemahan karya Annemarie Schimmel "Mystical Dimension of Islam", salah seorang penulis.

Pustaka Firdaus

    "Jejak Realisme dalam Sastra Indonesia" (2004), salah seorang penulis.
    "Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas" (1978).
    "Politik ideologi dan sastra hibrida" (1999).
    "Pegangan Penelitian Sastra Bandingan" (2005).
    "Babad Tanah Jawi" (2005; penyunting bersama Sonya Sondakh, terjemahan bahasa Indonesia dari versi bahasa Jawa karya Yasadipura, Balai Pustaka 1939).

wikipedia

Kamis, 14 Juli 2011

sapardi djoko damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..

Perbaikan Rapor Mutu Pendidikan

INSPIRASI CARA MEMBENAHI KUALITAS PEMBELAJARAN 1.      Kualitas Pembelajaran A.     Metode Pembelajaran Inspirasi 1          :  Kepala...